Editor: A Uga Gara
SAMPIT – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN-BK) jenjang SMK ada perbedaan. Pasalnya, ujian hanya menggunakan sistem offline (tanpa internet).
“USBN-BK SMK di Kabupaten Kotim menggunakan sistem offline,” ucap Kepala Sub Bagian Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim Asyari disela-sela memantau ujian di SMKN 1 Sampit, Selasa (9/4/2019).
Menurutnya, meskipun sistem offline namun mengenai token tetap ada. Selain itu, soal juga diunduh secara online. “Mengenai hasil tetap bisa langsung dilihat setelah peserta mengerjakan butir-butir soal, walaupun dikerjakan secara offline,” tegas mantan Kasi SMA Disdik Kabupaten Kotim ini.
Yang lebih menarik, kata Asyari, tidak semua sekolah penyelenggara USBN-BK di Kotim menggunakan komputer PC dan laptop. Bahkan ada yang menggunakan komputer tablet berbasis android.
“Menurut pemantauan dilapangan, SMKN 1 Sampit ada beberapa peserta ujian mengerjakan soal menggunakan komputer tablet,” ujar Asyari yang juga pernah menjabat Kepala SMAN 4 Sampit ini.
Kepala Disdik Kabupaten Kotim Suparmadi menegaskan bahwa USBN-BK SMK di Kotim berjalan lancar.
“Pada saat pemantauan hari pertama USBN-BK SMK khususnya di Kota Sampit tidak ada kendala terutama pemadaman listrik. Sebab, tidak semua sekolah kejuruan menyediakan genset,” ucapnya.
Terpisah, Kepala SMK PGRI Sampit Lili Husni Romli berharap selama proses USBN-BK tidak ada pemadaman listrik walaupun secara geografis SMK PGRI Sampit berada diperkotaan.
“Tetap ada kekhawatiran apabila ada pemadaman listrik dadakan. Sekolah kami tidak ada genset. Mudah-mudahan kendala itu tidak terjadi pada saat ujian berlangsung,” harapnya.
(arifin/beritasampit.co.id)












