SUKAMARA – Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi menerangkan jika Provinsi Kalimantan Tengah masuk dalam lima prevalensi stunting tertinggi di Indonesia yaitu sebesar 34,04 persen.
Karena itu Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah diminta untuk segera melakukan aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting (KP2S).
“Kabupaten Sukamara berapa di posisi empat dengan prevalensi stunting terendah yaitu sebesar 24,9 persen,” kata Ahmadi di Aula Bappeda Sukamara, Rabu (18/12/2019).
“Meski angka tersebut termasuk dalam kategori terandah, namun kita hasih harua berus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting dan mencapai target nasional dibawah 20 persen,” kata Ahmadi.
Pemerintah Kabupaten Sukamara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar sosialisasi aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting (KP2S) tahun 2019.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi saat membuka sosialisasi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat fokus dalam pencegahan stunting dan menargetkan penurunan kasus stunting di Indonesia.
“Salah satu isu nasional yang menjadi perhatian Presiden RI adalah permasalahan stunting, karena akan berpengaruh dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan mampu bersaing,” kata Ahmadi.
Ahmadi menjelaskan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga terlihat kecil dibanding anak seusianya. (enn/beritasampit.co.id)












