Miris, Generasi Penerus Perajin Bakul Tali Strap di Tanah Mas Bakal Langka

SAMPIT – Pernyataan wanita patuh baya asal Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kaltemg), terkait generasi penerus perajin bakul berbahan baku tali strap perlu dijadikan perhatian khusus.

Pasalnya, generasi untuk melestarikan kerajinan yang sudah ada sejak lama itu, secara pelan-pelan mulai ditinggalkan karena nyaris tidak ada peminatnya.

“Kalau pada zaman saya ini masih bisa dilestarikan, nantinya ketika sepeninggalan saya, saya rasa paling sulit untuk meneruskan kerajinan ini,” ucap Nurhayati, saat dibincangi wartawan media siber Berita Sampit, Selasa 11 Oktober 2022.

Meskipun dianggap bakal susah untuk mencari penerus, Nurhayati tidak patah semangat, melalui keponakannya, Murni, cikal bakal jadi penerus perajin bakul tali strap atau tali 1000 miliar.

Terkait karya bakul berbahan tali strap hasil rajutan tangan Nurhayati, usia 75 tahun per hari mampu tiga buah. Akan tetapi, itupun ketika ada pesanan.

“Kalau bikin bakul itu per hari bisa tiga buah, kalau lanjung hanya mampu satu buah per hari,” ujar nenek yang mengaku pernah menetap di Dusun Pemadauan Dalam, Desa Pamalian, Kecamatan Kota Besi ini.

Mengenai harga jual antara bakul dan lanjung bervariasi, untuk harga bakul dijual dengan harga Rp30 ribu sedangkan lanjung dijual Rp 80 ribu per buah.

“Kalau diborong beda harga, untuk motif bisa saja beda sesuaikan pesanan,” pungkasnya. (ifin)

baca juga ...  Petani di Cempaga Hulu Dapat Ilmu Budidaya Sawit, BGA Group: Kami Akan Dukung Peningkatan SDM Masyarakat
Bagikan:
Berita Populer