SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hendra Sia meminta pengawasan lebih ketat dari pihak pertamina dan BPH Migas terkait langkanya dan tingginya harga elpiji 3 kilogram di wilayah Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotim
“Karena harga tabung gas tiga kilogram di Parenggean mencapai 55 ribu rupiah,” ucapnya, Sabtu 5 November 2022.
Hendra yang merupakan DPRD Dapil V ini mengatakan kalau perlu ditambahkan pangkalan, kalau memang sudah cukup dengan pangkalan yang ada harusnya di cek kemana larinya produk subsidi tersebut.
“Karena ada dugaan bahwa pangkalan resmi kerja sama dengan pengecer, karena dipangkalan tidak sampai satu jam tabung datang sudah habis, tapi dipengecer ada terus dengan harga yang fantastis berkisar dari Rp40 ribu masih bisa ditoleransi, tapi sampai Rp55 ribu sudah sangat keterlaluan,” ungkapnya.
Selain elpiji 3 kg langka, solar juga tidak ada lagi dijual di SPBU wilayah Parenggean. Dengan naiknya harga-harga bahan bakar maka otomatis berimbas kepada kenaikan bahan pokok sehingga menimbulkan inflasi.
Hendra menegaskan hal ini tidak bisa dibiarkan, barang subsidi malah dipermainkan untuk mengabil untung besar demi keuntungan pribadi mengorbakan masyarakat banyak.
“Kami meminta agar pihak terkait terutama BPH Migas untuk tanggap terhadap hajat hidup orang banyak ini tingkatkan pengawasan, karena kasihan masyarakat kecil akan terua menjadi korban,” pungkasnya. (Nardi)











