Hampir Genap Sebulan, Penemuan Mayat dalam Parit Dugaan Pembunuhan Belum Terungkap

SAMPIT – Sudah hampir genap satu bulan sejak ditemukan pada Selasa 17 Oktober lalu, mayat Andi Abdul Haris (41) yang ditemukan dalam parit Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur belum juga terungkap.

Hingga kini dugaan pembunuhan itu belum mengarah pada penyelidikan yang mengerucut pada tersangka, meski sejumlah saksi dan informasi telah dikumpulan.

Jenazah Andi telah dimakamkan pihak keluarga di Sampit, di TPU Pasar Keramat, Kecamatan Baamang, Kotim pada Rabu 18 Oktober 2023 sekitar pukul 10:30 WIB usai tiba dari autopsi di rumah sakit dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Identitas Andi sempat tidak diketahui lantaran warga di lokasi RT 013, RW 004 Kelurahan Baamang Tengah lokasi penemuan mayat tidak ada yang mengenali. Namun polisi mengamankan satu ponsel milik korban saat akan divisium di RSUD dr Murjani Sampit.

Sehingga disitulah polisi menemukan petunjuk dan berhasil menemukan keluarga korban yang tinggal di Sampit dan berhasil mengetahui identitas korban tersebut.

Mayat Andi sebelumnya ditemukan oleh warga bernama Bahrudin yang saat itu membersihkan lingkungan rumahnya karena aroma tidak sedap.

Hingga kini dari informasi yang dihimpun, polisi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk dari kerabat korban namun belum ada titik terang meski hampir memasuki satu bulan kejadian tersebut.

AY saudara Andi menyebut bahwa merek terlahir dari lima bersaudara dan Andi adalah anak nomor tiga, tidak menunjukan perangai dan gelagat mencurigakan pada terakhir kali mereka berjumpa di rumah kerabatnya di Jalan Usman Harun, komplek Pasar Keramat, Kecamatan Baamang.

“Saya sangat berharap polisi dapat mengungkap kematian saudara saya, setidaknya kami tau apa penyebab tewasnya,” ucapnya beberapa waktu lalu.

baca juga ...  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kunjungi Kobar, Ada Apa?

Setelahnya, AY mengatakan sebelum diketahui kakaknya ditemukan tewas, ia mengatakan kalau Andi dan keluarga jarang menjalin komunikasi sejak didugat cerai oleh istrinya.

“Didugat cerai istrinya setelah itu tidak pernah berkomunikasi termasuk ke aku, terakhir ketemu Desember 2022 saat malam tahun baru. Kalau komunikasi saat itu masih memakai ponsel android menjelang hari raya setelah itu tidak pernah komunikasi lagi,” ungkapnya.

Dan diketahui melalui keluarganya, bahwa Andi saat pergi keluar rumah tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga.

“Dia jarang bahkan tidak pernah bilang jika keluar rumah. Seminggu sebelum ditemuka tewasn dia ada di rumah orang tua kami di Pegatan,” katanya.

Senin tanggal 9 Oktober Andi meminta ijin kepada ayahnya untuk berangkat ke Sampit karena ada tawaran pekerjaan saat ditelpon temannya.

Sejak keluar dari rumah keluarganya itu, Andi tidak pernah terlihat dan terdengar kabarnya lagi dan saat keluarga mendengar kabar, keluarga bukan mendengarkan kabar baik melainkan kabar duka bahwa Andi ditemukan sudah tak bernyawa.

Saat ini keluarga hanya bisa termenung dan bersedih bahwa Andi sudah tidak ada lagi didunia, seakan tak percaya bahwa saudaranya kini hanya tinggal sebuah nama.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat mengungkap fakta yang sebenarnya agar semuanya jelas,” demikian AY.

(Jimmy)

Bagikan:
Berita Populer