Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi di Pascasarjana UPR Terus Berjalan, 20 Saksi Telah Diperiksa

SYAUQI/BERITASAMPIT- Kajari Palangka Raya, Andi Murji Machfud. 

PALANGKA RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya terus mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran di kampus program Pascasarjana Universitas Palangka Rata (UPR), saat ini Kejari telah memeriksa 20-an saksi.

Kepala Kejari Palangka Raya Andi Murdji Machfud, mengatakan penyidikan terkait perkara kasus dugaan korupsi tersebut masih terus berjalan.

“Saksi sudah kurang lebih sekitar 20-an. Penyidikan sementara masih berjalan, mudah-mudahan kita bisa segera ajukan alat-alat bukti sehingga tindak pidana yang kita temukan bisa menjadi terang dan kita bisa segera menentukan siapa tersangkanya, ” kata Murji saat diwawancarai, Selasa 11 Juni 2024.

BACA JUGA:   Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Kotim Terjadi Selama Tiga Tahun, Anggaran Disebut Banyak Mark Up

Selain itu, Murji menjelaskan bahwa penegakan hukum tindak pidana korupsi untuk saat ini lebih dititikberatkan pada bagaimana kerugian negara itu dapat dipulihkan.

Murji juga meminta kepada berbagai pihak apabila menemukan informasi mengenai keberadaan harta ataupun saham daripada tersangka tipikor Pascasarjana UPR.

“Nanti siapapun tersangkanya akan kita umumkan dan saat itulah informasi mengenai itu bisa diperoleh. Jangan kita biarkan kerugian negara tidak dapat dipulihkan,” kata Murji.

BACA JUGA:   Rancangan Akhir RKPD Bertujuan untuk Memastikan Program dan Kegiatan Perangkat Daerah Telah Terakomodir

Murni menyebutkan siapa pun tersangkanya nanti pasti akan pihaknya umumkan. Sejauh ini pihkanya bersama Auditor sedang menghitung kerugian negara yang ditimbulkan akibat tindak pidana korupsi di Pascasarjana UPR.

“Auditor memberikan kami kepada penyidik beberapa saran untuk melengkapi alat bukti, dalam rangka untuk menghitung kerugian negara,”  tandasnya.

Sejauh ini, Murji menyebut sudah ada sekitar 20 saksi yang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejari Palangka Raya.

(syauqi)