NANGA BULIK – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, secara resmi membuka Jambore Potensi dan Sumber Daya Kesejahteraan Sosial (PSKS) Se-Kalimantan Tengah Tahun 2024.
Acara tersebut berlangsung di GPU Manggatang Tarung, Kuala Kapuas, dan dihadiri lebih dari 1.000 peserta relawan sosial dari berbagai daerah.
Para relawan PSKS yang hadir merupakan ujung tombak dalam deteksi dini kerawanan sosial dan mitigasi bencana di tingkat pedesaan. Mereka memainkan peran penting dalam menjaga, mendukung, serta memperkuat penyelenggaraan kesejahteraan sosial di masyarakat.
Gubernur Sugianto Sabran dalam sambutannya menekankan pentingnya peran para relawan dalam menciptakan kesejahteraan sosial di akar rumput.
Ia berharap, melalui Jambore ini, para relawan terus menjadi penggerak yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Masalah sosial selalu ada di mana-mana, tetapi dengan komitmen dan kerja sama yang baik, kita bisa meminimalisir nya,” ungkap Gubernur. Selasa, 17 September 2024.
Bupati Lamandau, Said Salim, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Jambore PSKS ini.
Menurutnya, kehadiran relawan sosial sangat membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang sulit dijangkau.
“Kami sangat menghargai peran relawan sosial yang selalu hadir di tengah masyarakat, terutama di Lamandau. Mereka adalah mitra penting dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di lapangan. Harapan kami, para relawan terus menjaga semangat ini dan bekerja dengan tulus untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Said Salim.
Lebih lanjut, Bupati Said juga berharap agar kolaborasi antara pemerintah daerah dan para relawan terus diperkuat, terutama menjelang Pilkada Serentak 2024, di mana potensi kerawanan sosial bisa meningkat.
Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap penyandang masalah sosial dan disabilitas.
Ia menegaskan bahwa bantuan kepada kelompok ini merupakan tanggung jawab pemerintah, karena mereka memiliki hak yang sama untuk menikmati kehidupan yang layak.
“Bantuan kepada penyandang masalah sosial dan disabilitas adalah keniscayaan. Mereka berhak mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Jambore PSKS 2024 ini menjadi ajang bagi para relawan sosial untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat koordinasi, serta memperkuat komitmen dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial di Kalimantan Tengah.
(andre)











