SAMPIT – Calon Bupati
Kotawaringin Timur (Kotim) Sanidin mendukung pembangunan Infrakstruktur Jalan Poros Cempaga ke Pulau Hanaut. Ia melihat dan merasakan langsung kondisi infrastruktur maupaun permasalahan lainnya yang dihadapi warga setempat.
Sanidi beberapa waktu lalu blusukan bertemu masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut,
Sanidin beberapa waktu lalu mengunjungi Pulau Hanaut menggunakan kelotok karena belum ada akses darat yang menghubungkan ke wilayah tersebut.
“Kita harus bekelotok dulu, karena tidak ada jalan darat,” ungkapnya, Jumat 11 Oktober 2024.
Melihat kondisi ini, Sanidin menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan dari Cempaga ke Seranau hingga ke Pulau Hanaut.
Warga Pulau Hanaut, yang memiliki potensi pertanian, perkebunan dan perikanan, kesulitan mengangkut hasil panen mereka akibat keterbatasan akses jalan.
“Biaya angkut jadi mahal karena roda empat tidak bisa masuk. Bahkan ada disana kebun sawit warga, namun biaya angkutnya besar, maka infrastruktur yang mendesak adalah jalur darat yang menghubungkan daerah ini,” lanjutnya.
Ia juga menggambarkan bahwa meskipun Seranau dan Pulau Hanaut terlihat dekat dari seberang Sampit atau Samuda namun, menggapai lokasi tersebut sangat sulit.
“Seperti pepatah yang terbalik, Dekat di Mata namun Jauh Dihati, dari seberang sini kelihatan saja Seranau dan Pulau Hanaut, namun mencapainya cukup sulit,” kata Sanidin.
Ia menyampaikan saat kunjungan ke Pulau Hanaut mereka menyeberang sungai, lalu naik motor dari desa ke desa yang memang ada akses jalannya hingga ke Desa Rawasari, namun mobil tidak bisa menyeberang dan akses jalannya juga tidak ada.
Masyarakat setempat mengaku tidak kekurangan pangan, jika diberikan bantuan sembako tetap mereka terima, tetapi apa yang lebih mereka inginkan adalah mendesak adanya jalan yang menghubungkan Kecamatan Pulau Hanaut hingga ke Jembatan Cempaga sana.
“Sehingga mobil-mobil warga yang diparkir di seberang yang dititipkan itu bisa dibawa ke halaman rumah mereka di Pulau Hanaut,” kata Sanidin.
Begitu pula wilayah utara, walau ada akses mobil, namun kondisinta sangat memprihatinkan dan perlu perbaikan.
Sanidin-Siyono yang sama-sama lahir dan besar di wilayah desa, menyatakan tekadnya untuk membangun dari desa-desa di Kotim dan menata Kota Sampit.
(Nardi)











