Maryani Sabran Dorong Hilirisasi Industri untuk Tingkatkan Ekonomi Kalteng

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Maryani Sabran, menyoroti pentingnya hilirisasi industri untuk mendorong perekonomian daerah.

Menurut Maryani, bahan mentah dari Kalteng perlu diolah di daerah sendiri sehingga menghasilkan nilai tambah dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Kita harus mengolah bahan mentah yang dihasilkan di Kalteng menjadi barang jadi agar produk memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat kita,” kata Maryani, Senin 28 Oktober 2024.

Maryani menilai langkah ini akan mengurangi ketergantungan ekonomi daerah terhadap pusat dan memperkuat ekonomi lokal.

“Hilirisasi industri penting bagi perkembangan daerah, dan kita perlu bersinergi untuk mewujudkan ekonomi Kalteng yang lebih mandiri,” lanjutnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sektor perkebunan di Kalteng memiliki potensi besar untuk dioptimalkan dalam hilirisasi, termasuk kelapa sawit, karet, dan cokelat, yang dapat diolah langsung di daerah dan dipasarkan secara luas.

Maryani mendorong masyarakat Kalteng untuk lebih giat dalam mengembangkan bisnis hilirisasi ini demi kesejahteraan ekonomi lokal.

“Ini akan membantu menciptakan lapangan kerja baru, menambah penghasilan, dan mengurangi pengangguran di daerah kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maryani menjelaskan bahwa manfaat hilirisasi industri dapat dirasakan hingga ke desa-desa, sehingga mempercepat pemerataan ekonomi daerah.

“Dengan adanya industri hilir di desa-desa, pertumbuhan ekonomi bisa lebih merata dan membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Maryani berharap pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, memberikan dukungan nyata dalam proses hilirisasi industri di Kalteng.

“Dukungan pemerintah sangat penting agar upaya ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak maksimal bagi perekonomian daerah,” tutup Maryani.

(Sya’ban)

baca juga ...  Kasdim Tinjau Lokasi Rencana Karya Bakti Pembuatan Jembatan Titian
Bagikan:
Berita Populer