Konfercab HMI Palangka Raya ke-XXXIX Hanya Ada Satu Kandidat, Ketua Harian MW KAHMI Kalteng Soroti Tidak Adanya Perdebatan

PALANGKA RAYA – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXXIX dan Musyawarah Kohati Cabang (Muskohcab) Kops HMI-Wati ke-XXIV Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya resmi dibuka di Sekretariat HMI Cabang Palangka Raya, Jumat 6 Desember 2024 malam.

Namun, acara tersebut dinilai kurang dinamis karena hanya ada satu kandidat untuk posisi Ketua Umum HMI Cabang Palangka Raya dan Ketua Kohati HMI Cabang Palangka Raya.

Pembukaan kegiatan tahunan HMI ini dilakukan oleh Ketua Harian Majelis Wilayah (MW) KAHMI Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Suparman, yang menyampaikan pandangannya mengenai kurangnya calon dalam Konfercab kali ini.

Suparman mengungkapkan, “Mungkin saya tidak ingin membandingkan dengan zaman kami dulu, namun pada masa kami, siapa yang menjadi ketua umum, itulah yang menjadi barak atau sekretariat, bahkan kami sering menyewa gedung aula secara gratis,” ujarnya.

Suparman juga mengingatkan bahwa dalam tradisi Konfercab sebelumnya, acara ini selalu dihadiri oleh Gubernur karena tidak ada kepentingan pribadi.

“Konfercab zaman kami selalu dihadiri oleh Gubernur, karena beliau datang dengan niat yang tulus, yaitu untuk kepentingan keislaman. Beliau tidak memikirkan siapa calonnya,” lanjutnya.

Ia mengkritik kurangnya dinamika dalam pemilihan kali ini, dengan hanya satu calon yang mendaftar untuk kedua posisi tersebut.

“Ini menjadi pertanyaan besar, kenapa tidak ada yang berani mencalonkan diri? Apa yang membuat calon-calon ini takut untuk tampil?” ujarnya.

Suparman menganggap hal ini sebagai kegagalan dalam proses perkaderan, yang seharusnya mendorong lebih banyak kandidat untuk muncul.

Lebih lanjut, Suparman mengingatkan bahwa jabatan di HMI bukanlah tempat untuk mencari keuntungan materi.

“Menjadi ketua cabang seharusnya tidak berpikir soal ekonomi. Jabatan ini hanya untuk pengabdian dan belajar, bukan untuk mengumpulkan materi,” tegasnya.

baca juga ...  Lampu Trotoar Taman Kota Sampit Tak Seterang Lilin

Suparman juga menekankan pentingnya tradisi debat dalam HMI sebagai sarana untuk mengembangkan pola pikir kritis dan menjaga semangat perkaderan.

“Di HMI, berdebat itu sudah menjadi tradisi. Berdebat soal program kerja, soal sikap politik, dan sebagainya. Itu adalah bagian dari proses belajar yang harus kita jaga,” katanya.

Meskipun Konfercab kali ini menghadirkan calon tunggal, Suparman berharap kegiatan tersebut tetap dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan HMI Cabang Palangka Raya ke depannya.

(Sya’ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!