PALANGKA RAYA – Harapan calon Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) nomor urut 3, Edy Pratowo, akhirnya terkabul. Calon Gubernur nomor urut 2, Nadalsyah (Koyem), secara mengejutkan mengakui kemenangan pasangan Agustiar Sabran-Edy Pratowo di Pilkada Kalteng 2024.
Edy Pratowo, yang juga masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalteng, sebelumnya berharap besar agar tidak ada pasangan calon lain yang menggugat hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam sambutannya usai pelantikan Penjabat Wali Kota Palangka Raya pada Rabu 11 Desember 2024 pagi, ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses Pilkada 2024.
“Alhamdulillah untuk sementara dari keputusan KPU saat pleno kemarin, kita dinyatakan pemenang. Dari hasil pleno, diberikan ruang selama tiga hari kepada Paslon lain bila ada keberatan, silahkan di sampaikan ke lembaga MK,” ujar Edy.
“Tapi mudah-mudahan lah saya kira baik pasangan nomor urut 1, 2 dan 4 ini semuanya teman. Komunikasi dan koordinasi terus kami lakukan. Harapan kami mudah-mudahan tidak ada yang sampai ke MK,” tambahnya.
Edy juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah demi kepentingan masyarakat Kalteng. Ia juga berharap Kalteng dapat menjadi provinsi yang maju, berdaya saing yang mampu menciptakan swasembada pangan nasional.
“Semua ujung-ujungnya bagaimana pemimpin kedepannya adalah untuk kepentingan masyarakat, untuk menyatukan seluruh wilayah Kalteng dari 14 kabupaten kota agar menjadi Kalteng yang maju, berdaya saing dan menjadi provinsi yang diharapkan pemerintah melalui swasembada pangan nasional,” harapnya.
Sikap legowa ditunjukkan oleh Koyem usai bertemu secara khusus dengan calon Gubernur terpilih, Agustiar Sabran, pada 11 Desember 2024. Dalam video pertemuan keduanya yang beredar di grup WhatsApp, Koyem secara mengejutkan mengakui kekalahannya. Atas pengakuan tersebut, pasangan Koyem dan Supian Hadi (SHD) dipastikan tidak akan menggugat hasil Pilgub ini ke MK.
“Untuk seluruh masyarakat Kalteng yang saya cintai dan banggakan, Alhamdulillah ada pertemuan khusus dengan calon gubernur terpilih, Pak Agustiar Sabran. Kami sudah melakukan diskusi untuk kepentingan Kalteng kedepannya,” ujar Koyem.
Koyem juga menyatakan legowo menerima hasil pemilihan gubernur Kalteng dengan lapang dada.
“Alhamdulillah saya selaku calon gubernur yang kalah secara perhitungan suara melewati KPU, saya atas nama pribadi dan atas nama pasangan calon mengaku kalah dan legowo atas kekalahan ini. Kami berharap kepada Pak Agustiar yang mengemban tugas sebagai Gubernur Kalteng lima tahun kedepan bisa membawa Kalteng yang lebih maju,” ungkapnya.
Sementara itu, Agustiar Sabran menegaskan bahwa kemenangan ini adalah kemenangan masyarakat Kalteng.
“Ini kemenangan masyarakat Kalteng, bukan kemenangan Agustiar Sabran-nya. Ini beda tipis aja (suara) sebenarnya kan. Saya menang dikit dia (Koyem) kalah dikit. Artinya pertemuan kami hari ini adalah takdir buat kami berdua ini demi kemenangan masyarakat Kalteng semua. Yang menang adalah masyarakat Kalteng,” tegasnya.
Sebagai Informasi, berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng pada 8 Desember 2024 yang dituangkan dalam Surat Keputusan KPU Nomor 79 Tahun 2024, pasangan Agustiar Sabran-Edy Pratowo (nomor urut 3) memperoleh suara terbanyak dengan 484.754 suara sah.
Disusul oleh pasangan Nadalsyah-Supian Hadi (nomor urut 2) dengan 468.925 suara sah. Pasangan Willy M. Yoseph-Habib Ismail (nomor urut 1) memperoleh 279.426 suara sah, dan pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto (nomor urut 4) mengumpulkan 67.385 suara sah.
(Syauqi)











