Polda Kalteng Tangani Kasus Menonjol Sepanjang 2024: Pencurian Sawit, Narkoba, Perompak hingga Penembakan Warga

– Kepolisian Daerah (Polda) (Kalteng) mengungkap sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian publik sepanjang tahun 2024. Kasus-kasus tersebut meliputi pencurian sawit secara massal, perompakan, hingga insiden penembakan warga sipil oleh oknum Polisi.

Hal ini disampaikan Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto dalam konferensi pers akhir tahun di Aula Arya Dharma, Mapolda Kalteng, Senin 30 Desember 2024.

Dalam pemaparannya, Irjen Djoko mengungkapkan bahwa sepanjang 2024, pihaknya menangani 321 kasus pencurian sawit yang melibatkan 593 tersangka.

Kasus-kasus ini terjadi di wilayah 60 perusahaan kelapa sawit di Kalteng, dengan insiden paling marak dilaporkan di Kabupaten , , dan .

Djoko menyebutkan bahwa alasan utama para tersangka melakukan pencurian adalah faktor ekonomi. “Ketika tidak memiliki penghasilan maka dia akan melakukan pencurian untuk memenuhi kebutuhannya, khususnya di Kotim, Kobar, ,” ungkapnya.

Djoko mengungkapkan, di antara para tersangka kasus pencurian sawit tersebut, ada yang menyisihkan hasilnya untuk membeli narkotika jenis sabu.

“Kalau orang bekerja keras untuk penghasilan keluarganya harus kita apresiasi, tetapi jalannya jangan pencurian. Sudah mencuri, untuk beli sabu. Ini perlu jadi tanggungjawab kita bersama,” kata dia.

Selain pencurian sawit, Polda Kalteng juga mencatat 617 kasus narkotika yang melibatkan 775 tersangka sepanjang tahun 2024. Irjen Djoko menyatakan bahwa peredaran narkoba di wilayah Kalteng masih menjadi perhatian serius.

Tak hanya itu, berbagai kasus lain yang mencuri perhatian publik diungkap, seperti pencurian alat sekolah, pembakaran rumah kosong, dan perompakan kapal. Dari kasus-kasus tersebut, polisi menangkap 20 pelaku yang kini sedang menjalani proses .

Di akhir tahun, sorotan publik tertuju pada kasus penembakan warga sipil di Kabupaten yang melibatkan oknum polisi. Irjen Djoko mengakui bahwa kasus ini menjadi “pil pahit” bagi institusinya dan menjadi evaluasi besar untuk perbaikan ke depan.

baca juga ...  Peringati HUT Ke 72 IBI, Bupati Sampaikan Pesan Ini

“Kasus penembakan ini merupakan pil pahit dan harus menjadi tolak ukur titik balik bagi Polda Kalteng untuk perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan, perbaikan dan ketidaksempurnaan pelaksanaan tugas Polda Kalteng tahun 2024 akan menjadi koreksi dan evaluasi serta momentum untuk selalu berbenah.

“Mari kita sambut tahun 2025 dengan semangat Isen Mulang dan tetap memegang teguh falsafah Humas Betang yakni hidup bersama, bahu membahu dalam perbedaan,” pungkasnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!