SAMPIT – Menyikapi persoalan seputar kelangkaan dan distribusi BBM subsidi, non-subsidi, serta gas elpiji 3 kilogram di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Aliansi Pemuda Sampit berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina TBBM Sampit pada Senin, 7 April 2025 mendatang.
Koordinator aksi, Mbarep Ageng Nur Elyanto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keresahan masyarakat. Aksi ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.
“Aksi ini menindaklanjuti kajian serta konsolidasi yang dilakukan kami Aliansi Pemuda Sampit tergabung berbagai element mahasiswa dan masyarakat terkait permasalahan tersebut,” kata Mbarep, Sabtu, 5 April 2025.
Selaku Penanggung Jawab dan Kordinator Lapangan, Ageng memastikan kegiatan sesuai dengan konteks yaitu menyikapi permasalahan BBM subsidi, BBM non subsidi dan Elpiji 3 kilogram.
“Masa unjuk rasa sekita 100 orang dengan titik aksi Kantor PT Pertamina TBBM Sampit/Patraniaga Sampit,” tuturnya.
Dirinya menegaskan akan memastikan pengendalian massa berjalan tertib, mulai dari titik kumpul, selama kegiatan berlangsung, hingga kembali ke tempat masing-masing. Ia juga menekankan bahwa seluruh peserta aksi dilarang melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun tindakan anarkis.
Selain itu, ia memastikan bahwa aksi tidak akan mengganggu ketertiban umum. Dalam menyampaikan aspirasi, massa diimbau untuk tidak melakukan provokasi terhadap pihak lain yang bisa memicu gangguan keamanan dan ketertiban.
(Ibra)












