BUNTOK – Sebanyak 133 putra-putri calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), mengikuti tahapan seleksi parade dan PBB.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Ideologi Bangsa Kesbangpol Barsel Salafuddin disela-sela kegiatan tersebut Selasa 15 April 2025 mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan tes kesehatan, kepribadian, wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum (TIU), kesamaptaan
“Pada hari ini, dilaksanakan tes parade serta pbb setelah itu kita juga akan menyeleksi beberapa orang untuk dikirim ke provinsi untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional,” katanya.
Menurutnya, sebelum dilaksanakan seleksi sekitar 400 orang putra-putri yang mendaftar secara online dan setelah mereka apload berkas yang lulus secara administrasi sebanyak 165 orang.
“Selanjutnya mereka, mengikuti tahapan-tahapan seleksi yang telah kita laksanakan baik adminstrasi, kesehatan, kepribadian, pancasila dan wawasan kebangsaan, tiu kesamaptaan, parade dan pbb,” jelasnya.
Perekrutan anggota paskibraka tahun 2025 ini lanjutnya, hanya 50 kuota saja yang dicari dan berbeda pada tahun 2023 lalu dimana jumlah peserta yang dicari sebanyak 74 orang.
“Pastinya dengan keterbatasan personil paskibraka ini, juga menjadi kendala dan kami berharap kalau bisa kuota personil paskibraka ditambah termasuk anggarannya,”imbuhnya.
Sementara Dantim Paskibraka Kapten Inf. Maswatu berharap calon anggota paskibraka Barsel tahun ini bisa tembus seleksi ke tingkat nasional dan ditingkat provinsi bisa tembus paling tidak tiga orang.
“Selama ini perwakilan Barsel yang mengikuti seleksi tingkat nasional dan provinsi hanya tembus ditingkat provinsi saja. Oleh karena kita berharap semoga mereka bisa tembus di tingkat nasional,” harapnya.
“Terkait hanya 50 kuota saja yang tersedia untuk perekrutan calon anggota paskibraka kita sama-sama berharap bisa terkabul yakni penambahan kuota, karena dengan keterbatasan personil anggota paskibraka, sedikit menjadi kendala untuk memilih terbaik dari yang terbaik.
Menurutnya, Barsel ada enam kecamatan, minimal ada perwakilan dari setiap kecamatan karena akan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya yang berminat ingin menjadi anggota paskibraka.
“Pastinya setiap tahun, minat pelajaran tingkat SLTA yang ingin mengikuti seleksi paskibra sangat meningkat namun permasalah ini kita kembalikan kepada pemerintah daerah,” tukasnya. (deddy)












