PALANGKA RAYA – Suasana penuh harapan dan kegembiraan yang menyelimuti pelantikan aparatur sipil negara (ASN) baru di Pemerintah Kota Palangka Raya, Selasa, 15 April 2025, tiba-tiba berubah tegang. Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang seharusnya diserahkan kepada para ASN baru, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, malah ditahan oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Kekecewaan Wali Kota Fairid muncul karena ketidakhadiran Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) atau perwakilannya dalam acara tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan Fairid, yang menilai bahwa absennya perwakilan Dukcapil sangat mengganggu jalannya acara yang seharusnya berjalan lancar.
“Kalau tadi ada dinas yang tidak hadir kepala dinas atau kepala badannya, ya saya tahan dulu SK-nya. Saya suruh pegawai yang baru diterima, sampaikan ke atasannya. Jangan salahkan saya, salahkan atasannya,” kata Fairid.
Fairid mengatakan pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan momen penghargaan atas jerih payah ASN yang telah melalui proses panjang.
Ketidakhadiran pimpinan dinas, kata dia, mencerminkan ketidaksungguhan dan kurangnya penghormatan terhadap proses birokrasi.
Sebelum menyampaikan sambutan, Fairid terlebih dahulu mengabsen satu per satu instansi yang menerima penempatan ASN baru.
Tiga instansi awalnya tak hadir, yakni Kecamatan Jekan Raya, Dinas Pengendalian Penduduk, dan Dinas Dukcapil. Namun dua instansi pertama kemudian mengirimkan perwakilan di tengah acara.
Hanya Dinas Dukcapil yang tidak kunjung mengirim utusan hingga pelantikan selesai. Bahkan saat Fairid meminta para kepala dinas yang hadir untuk menghubungi pihak Dukcapil, upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Saya hadir di sini menunjukkan rasa tanggung jawab. Maka saya ingin para pimpinan OPD juga melakukan hal yang sama, bertanggung jawab terhadap bawahannya,” ujar Fairid.
Ia menegaskan bahwa profesionalisme dan sikap adalah hal utama yang harus dimiliki ASN. Terlebih, ASN digaji dari uang rakyat.
“Jangan sampai menyusahkan masyarakat, apalagi ikut mengompori. ASN itu dibayar dari pajak rakyat. Kerja harus maksimal dan punya attitude. Profesional, iya, tapi sikap juga nomor satu,” katanya.
Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 143 ASN baru menerima SK pengangkatan, terdiri dari CPNS dan PPPK formasi 2024. Namun SK ASN dari Dinas Dukcapil ditangguhkan sampai pihak dinas menunjukkan komitmen menghadap Fairid Naparin.
(Sya'ban)












