PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah dari Fraksi Partai NasDem, Asdy Narang, menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan sejati tidak cukup hanya dirancang di atas meja perencanaan, melainkan harus tumbuh dari aspirasi warga.
“Setiap program pembangunan daerah tidak hanya dirumuskan dari meja perencana, melainkan harus tumbuh dari aspirasi dan partisipasi warga secara langsung,” kata Asdy di Palangka Raya, Minggu, 20 April 2025.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan I yang meliputi Gunung Mas, Katingan, dan Kota Palangka Raya itu menilai, pembangunan yang berangkat dari suara masyarakat lebih tepat sasaran dan berpeluang besar menjawab permasalahan konkret di lapangan.
Ia mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak melibatkan warga berisiko besar menjadi program yang tidak menyentuh akar persoalan.
“Kalau tidak berpijak pada realita kehidupan masyarakat, hasilnya hanya akan menjadi daftar program, bukan solusi,” ujarnya.
Menurut mantan anggota DPR RI dua periode itu, masyarakat adalah pihak yang paling memahami tantangan dan kebutuhan mereka sendiri. Karena itu, keterlibatan mereka dalam perencanaan pembangunan menjadi krusial.
“Asumsinya sederhana: masyarakat tahu persis apa yang mereka butuhkan. Tugas pemerintah dan wakil rakyat adalah memastikan suara itu didengar dan diterjemahkan menjadi kebijakan,” ungkap Asdy.
Ia juga menambahkan bahwa tanpa partisipasi warga, pembangunan rentan gagal menjawab harapan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Untuk itu, diperlukan ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan partisipatif.
Asdy berharap, semangat melibatkan warga dalam pembangunan semakin diperkuat ke depan.
“Dengan begitu, program-program yang dijalankan pemerintah tidak hanya berjalan, tapi benar-benar memberi dampak yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












