PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Pemerintah Provinsi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan energi, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Juru Bicara Fraksi Gerindra, Wengga Febri Dwi Tananda, pembangunan infrastruktur merupakan prioritas penting dalam rangka mempercepat pemerataan ekonomi dan meningkatkan pelayanan publik. Meski sejumlah pembangunan seperti jalan provinsi, jembatan penghubung, dan sarana transportasi telah berjalan, namun masih banyak wilayah terpencil yang belum terjangkau secara optimal.
“Kami mendorong Pemerintah Provinsi untuk membangun infrastruktur energi seperti listrik dan jaringan telekomunikasi di daerah 3T,” ujar Wengga saat menyampaikan pandangan fraksinya terhadap LKPJ Gubernur Kalteng Tahun Anggaran 2024.
Selain itu, Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan jalan penghubung antar kabupaten/kota dan desa terpencil. Mereka juga meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan jalan rusak di wilayah strategis, terutama yang menjadi akses utama menuju pusat produksi pertanian dan industri rakyat.
Di bidang pendidikan, Fraksi Gerindra memandang bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi utama bagi masa depan Kalteng.
“Karena itu, kami meminta pemerataan distribusi guru, terutama di daerah terpencil,” tegas Wengga.
Selain distribusi tenaga pendidik, pihaknya juga mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, seperti laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga. Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya pengembangan program pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Sementara itu, dalam bidang kesehatan, Fraksi Gerindra meminta agar pelayanan kesehatan primer di puskesmas dan rumah sakit daerah terus ditingkatkan.
“Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah pedalaman serta program penanganan stunting, gizi buruk, dan penyakit endemik harus menjadi prioritas dengan pendekatan integratif dan lintas sektor,” pungkasnya.
(Syauqi)












