PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Edy Pratowo, mendesak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kalteng untuk segera menyelesaikan persoalan kerusakan jalan nasional, khususnya ruas yang rawan kecelakaan.
Desakan ini disampaikan menyusul kecelakaan tragis di Kilometer 18 Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, Senin, 9 Juni 2025, yang menewaskan seorang ibu dan bayi.
Hal tersebut diungkapkan Edy usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-9 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 di DPRD Provinsi Kalteng, Selasa pagi, 10 Juni 2025.
Ia merujuk pada kunjungan langsung Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ke lokasi kejadian sehari sebelumnya.
“Itu kan kemarin Pak Gubernur langsung ke lokasi. Itu jalan nasional ya. Yang saya tangkap, beliau segera meminta balai jalan untuk membenahi persoalan jalan yang menjadi tanggung jawab mereka,” ujar Edy.
Wagub menjelaskan bahwa jalan di wilayah Kereng Pangi telah lama mengalami kerusakan, namun penanganannya terkendala oleh tidak idealnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat melalui BPJN.
“Kepala balai itu hadir terus dalam rapat-rapat. Dia memang menyampaikan apa adanya, bahwa anggaran yang diajukan tidak berbanding lurus dengan kondisi riil penanganan jalan kita,” ujarnya.
Menurut Edy, refocusing anggaran menjadi salah satu penyebab utama terbatasnya penanganan. Usulan anggaran besar untuk peningkatan infrastruktur kerap dipotong, sehingga hanya bisa dilakukan perbaikan darurat.
“Misalnya mereka mengusulkan Rp 1 triliun, tapi yang disetujui hanya Rp 300 sampai Rp 500 miliar. Akhirnya, yang seharusnya bisa ditingkatkan secara tuntas hanya bisa ditambal sulam,” ujarnya.
Situasi tersebut, lanjut Edy, berdampak serius terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas-ruas padat kendaraan berat seperti di Kereng Pangi.
Ia pun menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa satu keluarga dalam kecelakaan maut tersebut.
Diketahui, insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu melibatkan sebuah sepeda motor yang ditumpangi sepasang suami istri dan bayi mereka, bertabrakan dengan dump truk kontainer. Sang ibu dan bayi meninggal di tempat, sementara sang ayah mengalami luka berat dan kini dirawat intensif.
Edy menegaskan bahwa Pemprov Kalteng akan terus mendorong percepatan penanganan infrastruktur oleh BPJN, serta mengawal koordinasi dengan pemerintah pusat agar alokasi anggaran ke daerah disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
“Ini soal nyawa. Kalau jalan nasional tidak ditangani dengan cepat, korban akan terus berjatuhan. Kita harus tegas bersuara ke pusat,” pungkasnya.
(Sya'ban)












