PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung percepatan program swasembada protein hewani nasional melalui investasi sapi indukan.
Hal ini ditegaskan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng, Sunarti, saat memimpin pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI di Kantor Gubernur Kalteng, Jumat pagi, 18 Juli 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Sunarti menekankan bahwa rencana investasi ini bukan wacana baru. Pemerintah provinsi bahkan telah melakukan langkah-langkah awal, mulai dari pembahasan teknis di tingkat kabupaten hingga peninjauan lapangan pada lokasi-lokasi potensial.
“Program ini sudah lama menjadi perhatian. Kita di Kalimantan Tengah sudah pernah bahas di lintas sektor, bahkan lokasi-lokasi calon penerima investasi sudah ditinjau langsung. Sekarang tinggal bagaimana kesiapan investor untuk mengeksekusi,” kata Sunarti.
Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk kesiapan daerah menjawab dorongan pemerintah pusat untuk memfasilitasi investasi di sektor peternakan, terutama dalam konteks tidak adanya anggaran APBN untuk pengadaan sapi pada tahun ini.
Sunarti menyebut bahwa Kalimantan Tengah memiliki keunggulan strategis untuk pengembangan peternakan skala besar. Selain ketersediaan lahan, wilayah ini juga memiliki peternak lokal yang sudah cukup terbiasa dengan sistem budidaya sapi rakyat.
Jika diarahkan dan difasilitasi secara baik, ia yakin manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Yang kita harapkan bukan hanya masuknya investasi, tapi dampaknya pada peternak lokal. Kita ingin peternakan rakyat bisa naik kelas, tersambung dengan sistem industri yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra swasta agar investasi yang masuk benar-benar memberikan nilai tambah bagi daerah.
Dalam hal ini, Pemprov Kalteng membuka ruang bagi investor domestik maupun asing yang serius mendukung target satu juta ekor sapi indukan secara nasional hingga tahun 2029.
“Kami siap dukung dari sisi regulasi, fasilitasi, maupun teknis lapangan. Tapi tentu kami berharap ada keseriusan dan kejelasan rencana dari para investor. Kita tidak bisa terus dalam tahap rencana tanpa realisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa program satu juta ekor sapi indukan merupakan bagian dari peta jalan swasembada daging dan susu nasional.
Ia menekankan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami defisit 52 persen untuk daging sapi dan 79 persen untuk susu, sehingga investasi di sektor ini menjadi sangat mendesak.
Tri juga menyampaikan bahwa tahun ini tidak ada alokasi anggaran pusat untuk pengadaan sapi, namun dukungan tetap tersedia untuk komoditas lain seperti ayam petelur, melalui sinergi dengan Komisi IV DPR RI.
Oleh karena itu, kerja sama dengan sektor swasta menjadi solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah.
Dengan kesiapan yang telah dibangun, Pemprov Kalteng kini menunggu langkah konkret dari para calon investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor peternakan.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat segera terealisasi, sebagai kontribusi Kalteng terhadap swasembada protein hewani nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor agribisnis.
(Sya'ban)












