Meski Karhutla Meluas, Kalteng Nihil Kasus ISPA Akibat Asap

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi.

(Kalteng) memastikan kualitas udara masih dalam kondisi aman meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi hingga pertengahan Juli 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan dampak karhutla terhadap masyarakat sejauh ini masih terkendali.

“Di tengah kepungan titik api tersebut, BPB-PK Kalteng memastikan bahwa sejauh ini dampak masyarakat masih berada dalam batas aman,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Toyib, berdasarkan data posko , belum ditemukan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun diare yang dipicu kabut asap.

Kondisi udara yang masih terkendali juga membuat aktivitas belajar mengajar di seluruh wilayah Kalteng tetap berlangsung normal tanpa kebijakan meliburkan siswa.

“Kondisi udara yang relatif terkendali ini membuat aktivitas persekolahan di seluruh wilayah Kalteng tetap berjalan normal tanpa opsi meliburkan siswa,” katanya.

Toyib mengatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan, baik dari unsur korporasi maupun perorangan.

Meski demikian, patroli terpadu dan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar terus digencarkan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api sekecil apa pun agar petugas dapat segera melakukan pemadaman sebelum api meluas.

“Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis risiko meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan selama musim kemarau tahun ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, BPB-PK Kalteng mencatat sebanyak 2.844 titik panas (hotspot) dan 563 kejadian karhutla sepanjang 1 Januari hingga 19 Juli 2026.

Hasil verifikasi menggunakan citra satelit dan ground check Manggala Agni menunjukkan luas wilayah terdampak kebakaran mencapai 3.069,52 hektare.

Meningkatnya kejadian karhutla dipicu kondisi cuaca kering yang mulai merata di sebagian besar wilayah Kalteng. Penanganan terus diperkuat dengan dukungan 94 personel gabungan dan empat unit helikopter water bombing.

(Sya'ban)

baca juga ...  Jelang Purnatugas, Sekda Kalteng Minta Maaf atas Kekhilafan Selama Bertugas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!