SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki mengatakan bahwa dalam menumbuh-kembangkan pendidikan karakter di sekolah, perlu membiasakan diri dengan melakukan hal-hal baik, karena itu saat menjadi inspektur upacara pada hari pertama tahun ajaran baru 2025/2026 di Lingkungan Perguruan Muhammadyah Sukamara, Masduki mengajak seluruh peserta upacara untuk melakukan kebiasaan baik.
“Mari membiasakan diri melakukan hal-hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan membentuk budi pekerti kita,” ucap Masduki saat menjadi inspektur upacara Lingkungan Perguruan Muhammadyah Sukamara, Senin 21 Juli 2025.
Masduki menegaskan bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti di dunia pendidikan, termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari siswa, guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya.
“Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena orangtua dan guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa,” jelas Masduki.
“Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah,jangan jadikan sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada di masyarakat,” imbuhnya.
“Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah,” tegas Masduki.
Pada kesempatan itu, Masduki juga berpesan kepada kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan untuk bisa memberikan pendidikan yang berkualitas, kembangkanlah pembelajaran yang melatih siswa kreatif, berpikir kritis, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. kembangkanlah pembelajaran yang dapat menumbuhkan karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan memiliki integritas.
“Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. kita harus menyadari bahwa bukan hanya para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi pembelajar,” tukas Masduki. (enn)












