SAMPIT – Kemacetan parah kembali terjadi di Jembatan Sei Lenggana, Rabu 6 Agustus 2025, membuat para pengepul kelapa sawit harus bersabar hingga lima jam hanya untuk bisa melintas. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengepul yang tengah berlomba mengirimkan hasil panen ke pabrik pengolahan.
Antrean panjang tersebut tak hanya membuang waktu, tetapi juga berdampak pada beban angkutan. Beberapa pengepul mengaku terpaksa mengurangi muatan truk mereka agar bisa lolos dari pemeriksaan dan melintasi jembatan dengan aman.
“Muatan kami lebih dikit dari biasanya karena diarahkan untuk hanya memuat tanpa petak,” kata Ri, salah satu pengepul kelapa sawit yang berasal dari Desa Bagendang.
Selain karena muatan mereka yang lebih sedikit dan waktu perjalanan mereka yang bertambah lama, ia juga mengeluhkan kualitas buah yang mereka bawa menjadi menurun.
“Kualitas buah yang kami bawa jelas menurun karena lama tertahan di sini,” keluhnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa di rumah mereka masih ada tumpukan buah kelapa sawit yang menunggu untuk dikirim ke pabrik. Pasalnya biasanya hanya mengirim dua kali dalam sehari, kini bisa tiga sampai empat kali kirim.
“Dirumah masih ada yang belum terkirim, biasanya paling dua kali kirim sudah habis sekarang bisa tiga sampai empat kali kirim,” pungkasnya.
(Utomo)












