PALANGKA RAYA – Laporan seorang guru SMA di Murung Raya yang terpaksa tidur di laboratorium kimia sekolah karena tidak memiliki rumah pada 2024, memicu lahirnya program 1.000 rumah guru dengan uang muka atau DP 0 persen yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan program tersebut saat ini masih berjalan sesuai jadwal. Guru yang belum memiliki rumah tinggal mengusulkan.
“Kalau sampai sekarang serapan memang masih belum optimal karena memang disesuaikan dengan kemampuan keuangan guru. Dia sudah pernah cicilan belum. Kalau animo itu besar sekali, tapi masih banyak guru-guru yang pinjaman-pinjaman sehingga tidak bisa diberikan pinjaman lagi, mau upgrade nggak bisa. Itu kendala,” ujar Reza, Selasa, 16 September 2025.
Reza menuturkan, program itu sejatinya sudah terealisasi sejak pemerintahan sebelumnya dan dilanjutkan pada periode sekarang. Ia menyebut, kebijakan tersebut juga akan masuk dalam program Kartu Huma Betang.
“1.000 rumah guru itu masuk juga dalam Kartu Huma Betang, mungkin kita optimalkan di tahun 2026 ketika Kartu Huma Betang itu betul-betul berlaku,” katanya.
Menurut Reza, implementasi program akan menyesuaikan dengan arah kebijakan pemerintahan baru di bawah Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
“Tapi kan ini pemerintahan baru, Pak Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Tentunya nanti kita satu pintu kebijakannya, ini mulai ketika Kartu Huma Betang dibagikan,” ujarnya.
Ia menegaskan program tersebut diprioritaskan bagi guru yang belum memiliki rumah.
“Tentu kita prioritaskan guru yang masih belum punya rumah. Karena tujuan program tersebut adalah untuk mengantisipasi memberikan dukungan untuk guru-guru kita. Jangan sampai guru-guru tidak punya rumah,” pungkasnya.
(Syauqi)












