PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar Muhammad Hasyim Mualim, Minggu 21 September 2025, meninjau langsung ke lokasi ambruknya jembatan di Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada.
Diketahui, jembatan yang menghubungkan RW 07 dan RW 01 desa Pandu Sanjaya, pada hari Jumat 19 September 2025, ambruk tergerus arus deras akibat curah hujan tinggi.
Kepala Dinas PUPR Kobar Muhammad Hasyim Mualim mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan laporan langsung dari warga perihal ambruknya jembatan yang merupakan akses masyarakat setempat.
“Begitu kejadian kami langsung menurunkan tim untuk meninjau langsung dan cek tingkat kerusakan. Kami respon karena hal itu sangat penting untuk memulihkan aksesibilitas warga, karena jembatan itu merupakan jalur vital untuk transportasi warga,” ujarnya.
Usai ditinjau oleh Bupati Kobar, menuru Hasyim, langkah yang akan dilakukan yakni akan membangun kembali jembatan tersebut atau quater box yang memerlukan biaya sebesar Rp1,8 Miliar.
“Tetapi untuk jangka pendek kita akan membuat jembatan darurat dari kayu, jembatan sementara itu hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja,” katanya.
“Selain itu, Dinas PUPR Kobar langsung melakukan normalisasi sungai agar aliran sungai lancer. kegiatan normalisasi sungai ini untuk mengembalikan dan memperbaiki fungsi sungai agar mampu menampung serta mengalirkan air dengan lancar,” imbuhnya.
Dikatakan Hasyim, ambruknya jembatan desa Pandu Sanjaya karena terjadinya pendangkalan sungai, akibat perilaku masyarakat membuang sampah ke sungai, sehingga pada saat debit air meningkat akibat pendangkalan tersebut, sehingga menggerus jembatan.
“Budaya mejaga kebersihan lingkungan ini sangat penting, akibat membuang sampah sembarangan atau ke sungai berdampak buruk, selain terjadinya pencemaran juga merusak fasilitas umum akibat aliran sungai yang tidak lancer. Untuk kami imbau agar warga tidak membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (man)












