SAMPIT – Perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) dipastikan masih terus berproses. Kepala Kantor UPBU Kelas II H Asan, Abdul Haris, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah tersebut dan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat.
“Untuk perpanjangan runway Bandara H Asan saat ini sedang berproses. Intinya kami mendukung dari sisi udara. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Ke depan, Insya Allah harapan kita dengan pesawat yang lebih besar dan lebih baik bisa melayani masyarakat,” ujar Abdul Haris, Senin 22 September 2025.
Haris mengungkapkan, dari 14 bidang lahan yang sebelumnya bersengketa kini sudah berhasil diselesaikan. Proses selanjutnya tinggal menunggu tindak lanjut pemerintah daerah sebelum dilakukan serah terima aset agar dapat dimanfaatkan pihak bandara.
Rencana perpanjangan runway ini akan menambah panjang dari semula 2.060 meter menjadi 2.310 meter. Dengan kapasitas tersebut, Bandara H Asan diharapkan dapat didarati pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 yang mampu menampung sekitar 180 penumpang.
“Kalau sudah diperpanjang, maskapai seperti Batik Air, Indonesia AirAsia, atau Citilink berpotensi masuk. Saat ini kami masih terus berkoordinasi,” tambahnya.
Terkait pembiayaan, Haris menegaskan seluruhnya bersumber dari APBN, meski masih ada pembahasan mengenai efisiensi yang terus dikonsultasikan bersama pemerintah daerah.
“APBN karena masih efisiensi, saat ini kita masih mendiskusikan juga ke pemerintah daerah. Mudah-mudahan pemerintah juga bisa membantu dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah juga katanya akan bekerjasama dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Ia berharap, proyek perpanjangan runway ini dapat meningkatkan konektivitas Kotawaringin Timur dengan daerah lain serta membuka peluang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut. (nardi)












