PALANGKA RAYA – Capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan tren positif.
Sejak 2021 hingga 2024, indeks SPBE Kalteng mencatat peningkatan konsisten, dan pada 2025 ditargetkan menembus skor 3,35 dengan predikat “Baik”.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalteng, Syayuti, dalam kegiatan Sosialisasi Akhir Pendampingan Evaluasi SPBE Pemerintah Provinsi Kalteng Tahun 2025 di Gedung Smart Province, Kamis, 2 Oktober 2025.
“Indeks SPBE Kalimantan Tengah meningkat dari 1,00 (Kurang) pada 2021 menjadi 1,90 (Sedang) pada 2022, lalu 2,75 (Baik) pada 2023, dan 2,87 (Baik) pada 2024. Pada tahun 2025 ini, kita menargetkan indeks bisa mencapai 3,35 dengan predikat Baik,” ujar Syayuti.
Menurutnya, kenaikan indeks SPBE bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan adanya kemajuan nyata dalam transformasi digital pemerintahan di Kalteng.
Peningkatan tersebut tak lepas dari komitmen perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
“Semangat kolaboratif ini harus terus kita jaga dan tingkatkan, karena dengan kebersamaan dan kerja sama yang solid, transformasi digital pemerintahan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Syayuti juga mengapresiasi peran tim pendamping dari PT Digitama yang telah memberikan asistensi teknis dan pendampingan intensif sepanjang proses evaluasi.
Menurutnya, pendampingan tersebut mempercepat proses adaptasi perangkat daerah terhadap standar SPBE.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan SPBE akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
“SPBE bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana birokrasi bisa hadir lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” tegas Syayuti.
(Sya'ban)












