SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, mengapresiasi gagasan dan semangat para pemuda yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komunitas Pemuda Pemudi Masyarakat (KPPM) dan Kotim Creative Network (KCN), Selasa 7 Oktober 2025.
Ia menilai ide-ide kreatif yang muncul merupakan bukti nyata peran pemuda sebagai agen perubahan di daerah.
“Pemaparan yang disampaikan KPPM dan KCN luar biasa. Saya ingat peran pemuda itu ada tiga, yaitu sebagai agen perubahan, agen kontrol sosial, dan agen pemimpin masa depan. Mereka gelisah melihat keadaan, memiliki ekspektasi besar, dan berani menyampaikan gagasan,” ujar Riskon.
Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan para pemuda yang aktif hari ini kelak akan menggantikan posisi para wakil rakyat di DPRD.
Menurutnya, setiap perubahan besar di daerah selalu berawal dari kegelisahan dan semangat generasi muda yang ingin berkontribusi.
“Saya dulu juga merasakan hal yang sama. Saya juga gelisah dan ingin menuangkan ide serta gagasan untuk kemajuan daerah. Karena itu, saya sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan teman-teman pemuda hari ini,” katanya.
Riskon juga mendorong agar gagasan pemuda dapat disampaikan melalui mekanisme resmi perencanaan pembangunan, mulai dari musyawarah desa, kecamatan hingga musrenbang tingkat kabupaten. Dengan begitu, ide dan program yang diusulkan memiliki peluang lebih besar untuk diakomodasi pemerintah daerah.
“Gunakan jalur musyawarah desa, kelurahan, hingga musrenbang kabupaten. Di situlah tempat strategis untuk menyampaikan aspirasi dan ide kreatif agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan. Saya yakin jika konsisten, ide itu akan didengar,” jelasnya.
Ia menegaskan, tidak semua pemuda berani menyampaikan aspirasi mereka di forum resmi. Karena itu, Riskon memuji langkah KPPM dan KCN yang telah berinisiatif berdialog langsung dengan DPRD. Namun ia juga mengakui masih ada kendala, terutama dari sisi regulasi dan pendanaan yang kerap menghambat pelaksanaan ide-ide brilian tersebut.
“Banyak pemuda memiliki ide besar, tetapi terkendala regulasi dan pembiayaan. Ini yang harus kita cari solusi agar semangat dan kreativitas mereka tidak berhenti di tengah jalan,” tutupnya. (nardi)












