PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dini. Namun, Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, mengakui masih banyak warga yang enggan melakukan pemeriksaan diri.
“Sebetulnya memang ada sejumlah masyarakat kita yang takut diperiksa, takut ketahuan penyakitnya. Sehingga arah kita sekarang mengejar kelompok yang terorganisir, anak sekolah, pegawai pemerintah, dan komunitas-komunitas kita periksa,” ujar Suyuti, Senin, 6 Oktober 2025.
Menurut Suyuti, capaian CKG di Kalteng sejauh ini sudah mendekati target nasional. “Target nasional kita 36 persen. Target provinsi sudah di situ. Ada kabupaten yang sudah melampaui, ada juga yang masih di bawah,” katanya.
Meski begitu, ia menilai angka capaian tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
“Tapi angka itu juga sebetulnya tidak menunjukkan situasi lapangan. Karena di lapangan angka kita lebih besar, tapi kita belum bisa masukkan di sistem karena berbagai masalah yang dihadapi,” ucapnya.
Suyuti menjelaskan, sistem aplikasi pelaporan sering mengalami kendala teknis. “Aplikasinya sering crash. Dari 207 puskesmas di Kalteng, mungkin ada setengah puskesmas yang belum bisa mengakses,” katanya.
Akibatnya, pihaknya harus bekerja dua kali untuk melakukan pendataan secara manual sebelum dimasukkan ke sistem daring.
“Sehingga kerja dua kali, kita dimanualkan dulu, di data. Kalau sudah bagus baru di-input. Nah, kalau yang kita manualkan sudah termasuk yang diinput, itu angkanya sudah mendekati angka nasional,” ujar Suyuti.
(Syauqi)












