SAMPIT – Di tengah kesederhanaan hidup di Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepasang suami istri menjadi inspirasi banyak orang.
Mereka adalah Jubuksen dan istrinya, Suryana, yang dengan penuh perjuangan dan doa berhasil mengantarkan tiga putra mereka menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ketiga anak kebanggaan itu bernama M Cencen Alaudin Yazid, M Dotro Anugrah, dan Rifal Khairudin Khalik. Ketiganya kini resmi mengenakan seragam loreng hijau kebanggaan bangsa, hasil dari ketekunan, kerja keras, dan didikan penuh kasih dari kedua orang tuanya.
Bahkan dua dari ketiga anaknya berhasil jadi prajurit TNI secara bersamaan, dan belum lama ini sudah secara resmi mengenakan baret hijau.
Jubuksen atau di kampung yang biasa dipanggil Dabuk ini juga tidak bisa menahan air matanya ketika menceritakan perjuangannya hingga bisa membawa ketiga putranya jadi anggota TNI.
Bahkan ia mengaku bahwa perjalanan menuju kesuksesan anak-anaknya bukan hal yang mudah. Ia dan istrinya harus melewati banyak tantangan, baik dari segi ekonomi maupun mental, hanya dengan dirinya yang kesehariannya bekerja sebagai petani dan istrinya ibu rumah tangga.
Namun semangat untuk melihat anak-anaknya berhasil membuat mereka tidak pernah menyerah, dan kegigihan serta semangat pasangan suami istri ini patut jadi contoh, meski tinggal di desa asalkan punya tekat dan semangat cita-cita pasti bisa diraih.
“Selaku orang tua, kami selalu mendukung dan memberi semangat kepada anak-anak dalam menggapai cita-citanya. Jangan takut dengan suatu kegagalan, karena kegagalan itu bisa menjadi cambuk menuju kesuksesan,” ucap Jubuksen, Rabu 15 Oktober 2025.
Ia juga berpesan kepada para orang tua dan generasi muda agar tidak mudah putus asa, sehingga anak yang punya tekat dan dapat dukungan dari orang tua bisa meraih mimpinya.
“Selama kita masih mau berusaha dan disertai doa, insya Allah segala urusan akan dimudahkan oleh Yang Kuasa,” tambahnya.
Ia juga menyebut, menjadi TNI sudah jadi cita-cita ketiga putranya sejak kecil. Bahkan demi menggapai itu semua mereka selalu menjaga kesehatan mereka, tidak merokok apalagi menggunakan narkoba serta selalu rutin berolahraga.
Kisah Jubuksen dan Suryana menjadi bukti nyata bahwa tekad kuat, doa tulus, serta dukungan keluarga mampu membawa hasil yang luar biasa.
Apapun profesinya jika memiliki tekad dan keinginan yang kuat maka akan menuai keberhasilan nantinya, karena tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha, dan tidak ada kerja keras yang mengkhianati hasil.
Dari sebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota, lahirlah tiga prajurit muda yang siap mengabdi untuk negeri buah dari kerja keras dan kasih sayang dua orang tua yang tak pernah lelah berjuang untuk masa depan anak-anaknya.
(Nardi)












