Direktur RS Parenggean Angkat Bicara Soal Ambulans Diisi Pakan Ternak: Sopir Dapat Teguran Keras

IST/BERITA SAMPIT - Direktur Rumah Sakit Pratama Parenggean, Ahmad Yusi.

SAMPIT – Setelah video viral yang menampilkan mobil ambulans milik Rumah Sakit (RS) Pratama Parenggean digunakan untuk mengangkut pakan ternak menuai sorotan publik, akhirnya pihak rumah sakit buka suara. Direktur RS Pratama Parenggean, Ahmad Yusi, memberikan klarifikasi sekaligus memastikan bahwa kejadian tersebut telah ditindak tegas.

Menurut Yusi, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan internal setelah video tersebut beredar luas. Hasilnya, sopir ambulans terbukti menggunakan kendaraan dinas di luar peruntukan dan kini telah diberikan sanksi tertulis.

“Yang bersangkutan sudah kami berikan teguran tertulis. Jika kembali mengulangi, tidak menutup kemungkinan langsung kami berhentikan,” tegas Yusi, Sabtu 25 Oktober 2025.

Menurutnya tindakan yang dilakukan oleh sang sopir tidak bisa dibenarkan, ia menegaskan bahwa ambulans hanya boleh digunakan untuk kepentingan medis. Sopir yang membawa ambulans tersebut juga telah mengakui kesalahannya.

“Ambulans itu hanya untuk pasien, bukan untuk keperluan pribadi atau mengangkut barang. Tidak ada peraturan yang membolehkan hal seperti itu,” tegasnya.

Ia menerangkan alasan kenapa pihaknya hanya memberi teguran tertulis karena mempertimbangkan dedikasi dan rekam jejak sang sopir yang telah mengabdi cukup lama di RS Pratama Parenggean.

“Dia sudah bekerja sejak tahun 2016 sebagai sopir RS Parenggean. Selama itu dia dikenal sigap dan ringan tangan membantu tenaga medis, itu yang menjadi pertimbangan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, Yusi mengaskan jika teguran tersebut merupakan peringatan terakhir untuk sopir. Jika tindakan serupa terulang kembali maka pihaknya tidak akan segan memberhentikannya.

“Teguran tertulis ini sudah berat. Jika sampai mengulangi maka pasti kami berhentikan,” tambahnya.

Dari pengakuan sopir diketahui bahwa tindakan tersebut telah ia lakukan sebanyak dua kali, ia menerima titipan barang jika ambulance tidak bertugas membawa pasien.

“Dia mengaku baru dua kali. Biasanya setelah mengantar pasien, sopir menunggu tenaga di rumah sakit. Saat itulah dia menerima titipan barang,” pungkasnya.

(Utomo)

baca juga ...  Pemkab Kotim Gelar Apel Kesiapan Lintas Sektoral Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!