SAMPIT – Suhu politik di Desa Waringin Agung, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin panas. Warga mendesak Kepala Desa (Kades) Harsono untuk mundur dari jabatannya, namun sang Kades memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan.
Situasi yang memanas ini membuat Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Waringin Agung, Didi Arif Santoso, bergerak cepat untuk menjaga kondusivitas wilayah. Ia mengaku telah melaporkan persoalan tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim pada Kamis, 30 Oktober 2025 lalu.
“Belum rekan BPD belum lengkap,” kata Ketua BPD Waringin Agung, Rabu 5 November 2025.
Ia juga mengatakan bahwa masyarakat juga tengah merundingkan hal tersebut untuk segera ditindaklanjuti.
“Dari masyarakat juga sepertinya masih berunding,” ujarnya.
Namun sebagian warga tampaknya sudah bulat dengan keputusan mereka. Salah satu tokoh masyarakat, Puna, menegaskan bahwa warga sepakat meminta Kades Harsono turun tanpa kompromi.
“Tanpa ada musyawarah, tidak ada tawaran lagi masyarakat Waringin Agung sepakat untuk Kades dicopot dari jabatannya,” ucap Puna Warga Waringin Agung dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Ia juga mengatak bahwa saat ini Kepala Desa sedang tidak berada di desa.
“Keliatannya Kades juga tidak ada dirumahnya,” pugkasnya.
Hingga saat ini, Kades Waringin Agung, Harsono, tidak merespon saat dikonfirmssi terkait dengan tuntutan masyarakat.
(Utomo)












