PALANGKA RAYA – Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberi perhatian serius terhadap kondisi jalan nasional di Kalteng yang tercatat sebagai jalan rusak terpanjang di Indonesia.
“Saya mendukung langkah Pemerintah Provinsi Kalteng untuk meminta Kementerian Pekerjaan Umum segera memberi atensi dan melakukan perbaikan atas jalan nasional ini,” tulis Teras dalam akun Facebook pribadinya, Kamis, 6 November 2025.
Menurut data Kondisi Jalan 2025 yang dirilis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Kalteng memiliki jalan nasional rusak sepanjang 191,56 kilometer. Angka itu menempatkan Kalteng di urutan pertama secara nasional, disusul Kalimantan Timur dengan 186,20 kilometer dan Papua Barat 172,76 kilometer.
Teras menyebut persoalan jalan rusak sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Ia mendorong agar pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kabupaten dan kota yang menghadapi persoalan serupa, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara sinergis dan berdasarkan skala prioritas.
“Di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), pemerintah pusat baiknya mengalihkan anggaran TKD Kalteng yang dipotong itu untuk perbaikan jalan nasional dan peningkatan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Menurut dia, langkah itu akan sangat membantu pemerintah daerah mengingat luas wilayah Kalteng yang bahkan melebihi Pulau Jawa. Teras juga berharap adanya koordinasi yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mempercepat perbaikan infrastruktur.
“Agar pemerintah pusat dapat mengembalikan, dan bila memungkinkan menambahkan pos anggaran TKD yang dipotong untuk perbaikan infrastruktur jalan dan konektivitas di Kalteng oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya.
Mantan Gubernur Kalteng dua periode itu menegaskan pentingnya infrastruktur jalan sebagai fondasi percepatan pembangunan wilayah.
“Infrastruktur jalan yang andal adalah keharusan bagi daerah yang ingin mempercepat pembangunan wilayahnya. Itu sebabnya, saat memimpin Kalteng, saya selalu memberi atensi pada bidang infrastruktur jalan dan konektivitas antarwilayah, selain fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya.
(Syauqi)












