PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) tengah mematangkan persiapan peluncuran Kartu Huma Betang yang dijadwalkan pada 2026. Salah satu fokus utama dalam persiapan program ini adalah validasi dan pemutakhiran data penerima manfaat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B Aden, mengatakan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah telah mengumpulkan para pendamping yang berpengalaman di lapangan, seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pendamping masyarakat lainnya.
“Kemarin Bapak Gubernur juga mengumpulkan pendamping-pendamping yang memang sudah terbiasa di lapangan, seperti pendamping PKH dan pendamping masyarakat,” ujar Herson di Rujab Gubernur Kalteng, Senin, 22 Desember 2025 malam.
Menurut Herson, program Kartu Huma Betang menyasar kelompok masyarakat pada desil 1 hingga desil 5. Namun, hasil penghimpunan data awal menunjukkan adanya perubahan kondisi di lapangan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Setelah kita himpun data dari teman-teman, ternyata ada data-data yang mungkin sudah berubah dengan kondisi nyata di lapangan dan ini harus menjadi perhatian,” jelasnya.
Oleh karena itu, Pemprov Kalteng menilai validasi data menjadi kunci utama agar bantuan sosial yang disalurkan melalui Kartu Huma Betang benar-benar tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Herson juga meminta dukungan insan pers untuk ikut mengawal pelaksanaan program ini melalui penyampaian informasi dan masukan yang konstruktif.
“Kami berharap dukungan seluruh media, tidak hanya di Palangka Raya, tetapi juga di kabupaten-kabupaten, agar apa yang menjadi cita-cita pemerintah daerah melalui Bapak Gubernur bisa tercapai dalam lima tahun ke depan,” katanya.
(Syauqi)












