SUKAMARA – Bupati Sukamara, Masduki, menjelaskan bahwa pembinaan Gerakan Pramuka ditujukan bagi anggota muda yang terdiri dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Secara khusus, Pramuka golongan Penggalang yang berusia 11 hingga 15 tahun memiliki tiga tingkatan, yakni Penggalang Ramu, Penggalang Rakit, dan Penggalang Terap.
Hal itu diungkapkan Masduki saat melepaskan peserta Jambore Daerah Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada Jumat 26 Desember 2025.
Menurutnya, guna meningkatkan kualitas pola pembinaan, para Pramuka Penggalang perlu diberikan ruang untuk bereksplorasi melalui kegiatan Jambore.
Masduki menegaskan bahwa Jambore merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang menjadi sarana pembinaan bersifat rekreatif dan edukatif di alam terbuka, yang dikemas dalam bentuk perkemahan.
Kegiatan ini dirancang dengan berbagai aktivitas menarik, menantang, menyenangkan, dan aman, yang bertujuan membentuk sikap dan perilaku positif, meningkatkan kemandirian, keterampilan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan antar Pramuka Penggalang.
Selain itu, Jambore juga menjadi wahana untuk menumbuhkan komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka, yaitu Satya dan Darma Pramuka.
Sementara iti, Ketua Kwarcab Sukamara, M Yunus mengatakan sehubungan dengan keikutsertaan Kwarcab Sukamara dalam Jambore Daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukamara memberangkatkan kontingen sebanyak 80 orang yang merupakan putra-putri terbaik daerah.
Kontingen ini terdiri dari pimpinan kontingen, peserta Pramuka Penggalang, staf kontingen, pembina pendamping, serta unsur Dewan Kerja Cabang.
“Jambore Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2025 akan dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 27 hingga 30 Desember 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya,” ucap M Yunus.
Selama pelaksanaan Jambore, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang meliputi kegiatan umum seperti keagamaan atau ibadah, upacara, olahraga, anjang sana, kurve, dan memasak. Selain itu, terdapat pula kegiatan keterampilan dan ketangkasan berupa outbound, halang rintang, serta festival kuliner. Pada bidang seni dan budaya, peserta akan menampilkan pentas seni budaya dan mengikuti karnaval.
“Tidak hanya itu, Jambore Daerah juga akan diisi dengan kegiatan khusus seperti malam selamat datang, upacara, api unggun, jumpa tokoh, sosialisasi penanggulangan bencana, serta kegiatan Pramuka Garuda. Sementara itu, kegiatan Binawasa juga dilaksanakan sebagai sarana pembinaan bagi pimpinan kontingen dan pembina pendamping.
M Yunus berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat tinggi, serta mampu menjaga nama baik diri, gugus depan, dan daerah asal. Ia juga mengingatkan agar para peserta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, sehingga mampu menjadi duta yang membanggakan dan mengharumkan nama Kabupaten Sukamara di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. (enn)












