SAMPIT – Kerusakan ruas Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit menuju kawasan wisata Ujung Pandaran kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur. Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan kondisi jalan berstatus jalan provinsi tersebut tidak boleh dibiarkan hingga menelan korban kecelakaan.
Ketua Komisi IV DPRD Kotim Mariani menilai kerusakan jalan seharusnya sudah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Menurutnya, perbaikan jangan menunggu sampai ada korban jiwa atau kecelakaan fatal baru ditindaklanjuti.
“Kondisi jalan yang rusak ini seharusnya sudah menjadi perhatian. Jangan sampai nunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” kata Mariani, Rabu 31 Desember 2025.
Ia menyampaikan, pihaknya akan menyampaikan kondisi tersebut terlebih dahulu ke Pemerintah Kabupaten Kotim, sebelum diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kalteng. Selain itu, DPRD juga membuka peluang menyampaikan langsung persoalan tersebut saat kunjungan kerja ke tingkat provinsi.
“Kalau memungkinkan, nanti juga akan kami sampaikan langsung ke Pemerintah Provinsi Kalteng saat kunjungan kerja,” ujarnya.
Mariani menjelaskan, kerusakan di ruas Jalan HM Arsyad umumnya berupa lapisan aspal yang mengelupas dan lubang-lubang kecil di sejumlah titik. Meski tidak terlihat parah, kondisi tersebut dinilai tetap membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Kecepatan kendaraan di jalur itu cukup tinggi. Lubang kecil pun bisa menyebabkan pengendara motor terjatuh, bahkan mobil bisa mengalami ban kempes. Ini yang kami khawatirkan,” katanya.
Ia juga mengakui selama ini sejumlah jalan rusak disampaikan masyarakat melalui dokumentasi foto jalan rusak dan Komisi IV selalu sampaikan ke pemerintah. Namun, keterbatasan anggaran dan adanya pengurangan dana membuat perbaikan harus dipilah berdasarkan tingkat prioritas.
“Kita juga tidak bisa ngotot, karena anggaran terbatas, apalagi ada pengurangan. Tapi paling tidak ada pemeliharaan minimal di titik-titik yang membahayakan. Awal 2026 nanti akan kami cek lagi jalan mana saja di Kotim yang masuk program perbaikan, baik jalan kabupaten maupun jalan provinsi,” jelas Mariani.
Diberitakan sebelumnya, keluhan disampaikan masyarakat pengguna jalan HM Arsyad merupakan akses utama menuju Pantai Ujung Pandaran, destinasi wisata unggulan di Kotim yang ramai dikunjungi saat libur panjang.
Warga menilai tingginya arus wisatawan belum diimbangi dengan kondisi infrastruktur jalan yang layak. Kerusakan jalan dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan karena lubang tertutup genangan air.
“Kalau libur, kami senang ke Ujung Pandaran karena wisatanya bagus. Tapi jalannya banyak yang rusak. Selama ini hanya ditinjau, belum ada perbaikan nyata,” ujar Kurniadi, warga Sampit.
Warga lainnya, Mahfud, mengingatkan pernah terjadi kecelakaan fatal di jalur tersebut beberapa waktu lalu. Ia berharap pemerintah tidak mengulang pola lama dengan menunggu korban kembali berjatuhan sebelum melakukan perbaikan serius.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Kalteng segera mengambil langkah konkret, setidaknya melakukan pemeliharaan di titik-titik rawan, demi keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi di Kotim. (nardi)












