Warga Resah Soal Keselamatan Gegara Hewan Peliharaan Berkeliaran Bebas di Permukiman

IST/BERITASAMPIT - Keberadaan anjing yang berkeliaran bebas di sejumlah lingkungan permukiman di Kota menimbulkan keresahan warga.

– Keberadaan anjing yang berkeliaran bebas di sejumlah lingkungan permukiman di Kota menimbulkan keresahan warga. Hewan-hewan tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, terutama anak-anak dan pengendara yang melintas.

Sejumlah warga mengaku kerap merasa waswas saat melintasi jalan komplek, terutama ketika anjing tiba-tiba muncul dari gang atau halaman rumah. Kekhawatiran meningkat karena beberapa anjing dilaporkan pernah mengejar warga maupun kendaraan.

“Kadang hanya lewat, tapi ada juga yang mengejar, apalagi kalau anak-anak naik sepeda atau bawa makanan,” ucap Dumi, warga setempat, Minggu 18 Januari 2026.

Warga menilai persoalan ini bukan semata soal hewan liar. Sebagian anjing diduga memiliki pemilik, namun dibiarkan berkeliaran tanpa pengawasan. Pada malam hari diberi makan, namun siang hari dilepas begitu saja.

“Ini yang bikin bingung. Dibilang liar tidak juga, tapi tidak ada yang mengaku punya,” tambahnya.

Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu berbagai masalah, mulai dari potensi gigitan, kecelakaan lalu lintas, hingga ancaman rabies. Warga khawatir jika terjadi insiden, akan sulit mencari pihak yang bertanggung jawab.

“Kalau sampai menggigit, urusannya panjang. Harus ke puskesmas, vaksin, dan orang juga takut rabies,” lanjut Yola, ibu rumah tangga.

Selain risiko , warga juga menyoroti potensi konflik sosial jika terjadi insiden. Ketidakjelasan kepemilikan anjing dikhawatirkan memicu perselisihan antarwarga.

“Menyikapi hal tersebut, arga mulai mendorong penertiban melalui kesepakatan bersama di tingkat RT. Imbauan telah disampaikan agar pemilik hewan tidak melepas anjing berkeliaran dan menggunakan tali pengaman saat membawa hewan keluar rumah,” tuturnya.

Sementara itu Ketua RT setempat, Yudi, menegaskan bahwa memelihara hewan harus disertai tanggung jawab.

“Kalau pelihara, jangan dilepas. Dampaknya bukan cuma ke pemilik, tapi ke seluruh warga,” tegasnya.

Warga juga mengusulkan pendataan pemilik anjing, penggunaan kalung identitas, serta kewajiban vaksinasi. Untuk anjing yang benar-benar liar, penanganan diminta dilakukan oleh pihak berwenang agar aman dan tidak menyakiti hewan.

“Kami ingin penertiban yang aman dan manusiawi. Jangan tunggu ada korban dulu. Warga berharap dengan adanya kesepakatan dan koordinasi dengan instansi terkait, lingkungan permukiman dapat kembali aman dan nyaman bagi semua,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  FFI Goes to Kalimantan, Perkuat kolaborasi-Memberikan Ruang Apresiasi Sineas Daerah menuju Puspawarna Sinema Indonesia
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!