BATAM— Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meresmikan Migran Center di Politeknik Negeri Batam (Polibatam) pada Senin 8 Juni 2026.
Kehadiran Migran Center ini diharapkan menjadi ekosistem terpadu dari hulu ke hilir guna mencetak sekaligus menyalurkan tenaga kerja terampil Indonesia ke kancah internasional.
Acara peresmian tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi Politeknik Negeri Batam, di antaranya Direktur Polibatam Ir. Bambang Hendrawan, Wakil Direktur Bidang Administrasi Umum & Keuangan Arniati, Ketua Senat Metta Santiputri, serta Kepala Pusat Karir & Kewirausahaan Siti Noor Chayati beserta seluruh Civitas Akademika Polibatam.
Turut hadir pula Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto.
Sementara, Menteri P2MI didampingi oleh Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Fachri, serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Dwi Setiawan Susanto.
Menjawab Tantangan Aging Population lewat Bonus Demografi
Dalam sambutannya, Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi tinggi capaian prestasi Polibatam yang sukses mendidik anak-anak bangsa bertalenta. Terlebih, Polibatam yang bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri sejak 2010 ini memiliki 25 Program Studi (Prodi) dengan prospek jangka panjang yang sangat cerah.
Mukhtarudin menegaskan bahwa peresmian Migran Center ini merupakan wujud nyata dari amanah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas Pekerja Migran Indonesia mendongkrak pergeseran dari sektor domestik (domestic workers) menuju sektor formal dan profesional.
“Saat ini kita sedang mengalami bonus demografi di mana usia produktif sangat melimpah dan membutuhkan lapangan kerja. Sebaliknya, negara-negara besar di luar sana tengah menghadapi fenomena aging population (penuaan penduduk) sehingga mereka sangat membutuhkan suplai tenaga kerja. Ini peluang besar kita,” ujar Mukhtarudin.
Mitra Strategis Pemasok Tenaga Kerja Sektor Unggulan
​Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi terbaik di Indonesia, Polibatam telah berhasil mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan industri nasional maupun global.
​Keunggulan tersebut menjadikan Polibatam sebagai mitra strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil pada berbagai sektor unggulan yang memiliki permintaan tinggi di pasar kerja global, seperti, sektor manufaktur & elektronika, ​teknologi informasi, ​logistik & perkapalan.
​Menteri P2MI menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Polibatam ini harus terus dioptimalkan. “Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci utama dalam menciptakan pekerja migran yang berkualitas dan berdaya saing global,” ungkap Mukhtarudin.
Tantangan Penguasaan Bahasa dan Kreativitas
Menteri P2MI mengakui bahwa secara teknis, kualitas lulusan dan pekerja asal Indonesia sangat hebat dan mampu bersaing. Terbukti, saat ini banyak Pekerja Migran profesional yang menduduki posisi strategis seperti engineering di negara-negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan.
Meski demikian, Mukhtarudin menggarisbawahi bahwa kelemahan mendasar pekerja domestik masih terletak pada penguasaan bahasa asing.
“Orang Indonesia itu kalau soal teknis hebat, tetapi begitu masuk ke urusan bahasa, nah ini yang menjadi kendala. Saya berharap Politeknik Negeri Batam dapat memperkuat kurikulum bahasa asingnya. Bahasa Inggris untuk pasar Eropa, bahasa Arab untuk Timur Tengah, serta bahasa Korea dan Jepang karena itu sangat penting,” tegas Mukhtarudin.
Selain kemampuan teknis (hard skills) dan bahasa, Mukhtarudin juga berpesan agar para mahasiswa terus mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
“Teknologi semakin canggih, siswa kita tidak boleh hanya pintar secara teknis. Mereka harus menjadi para pemikir (thinkers), memiliki ide, gagasan, dan kreativitas tinggi,” beber Menteri Mukhtarudin di hadapan para siswa yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Sinergi Ekosistem Terpadu Hulu-Hilir
Melalui peresmian Migran Center Polibatam ini, Kementerian P2MI berharap terjalin sinergi yang kuat dalam menyiapkan suplai tenaga kerja.
Adapun, Migran Center akan berfungsi sebagai wadah penyiapan kompetensi sekaligus pembuka peluang penempatan kerja yang sah dan aman di luar negeri.
“Harapan kita, talenta-talenta luar biasa dari Politeknik Negeri Batam tidak hanya berorientasi pada pasar lokal, tetapi juga menjadi talenta global yang siap mengisi sektor-sektor industri strategis di luar negeri,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
(adista)












