Dua Kali Muncul dalam Sepekan, Buaya di Pelabuhan H Ali Diduga Lebih dari Satu Ekor

UTOMO/BERITA SAMPIT - Lokasi kemunculan buaya di bantaran Sungai Mentaya tepatnya sekitar pelabuhan H Ali, Kecamatan MB Ketapang, Kotim.

SAMPIT – Ketegangan menyelimuti kawasan Pelabuhan H Ali, Jalan Iskandar 30, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten (Kotim). Dalam sepekan terakhir, kemunculan buaya di bantaran Sungai Mentaya terjadi hingga dua kali, memicu kekhawatiran warga yang kini menduga predator tersebut bukan hanya satu ekor.

Penampakan pertama dan kedua terjadi pada waktu berbeda, namun sama-sama menjelang dini hari. Warga dan pekerja pelabuhan yang melihat langsung mengaku ukuran buaya yang muncul tidak sama, sehingga kuat dugaan terdapat lebih dari satu buaya yang berkeliaran di sekitar dermaga.

Buyung, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengungkapkan bahwa penjaga malam pelabuhan sempat melihat seekor buaya besar sekitar pukul 02.00 WIB.

“Yang melihat langsung itu penjaga malam, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Katanya buayanya besar, sedang memakan sesuatu di pinggir dermaga,” kata Buyung, Rabu 3 Maret 2026.

Menurutnya, kemunculan buaya di kawasan itu bukan kali pertama terjadi. Beberapa hari sebelumnya, warga juga melihat buaya dengan ukuran yang lebih besar. Diduga predator air tersebut bersembunyi di area kolong bawah pelabuhan.

“Sudah dua kali kelihatan, tadi malam sama beberapa hari yang lalu. Yang sebelumnya ukurannya lebih besar sekitar 5 sampai 6 meter, kemungkinan buaya yang berbeda. Kalau yang tadi malam ukurannya lebih kecil sekitar 4 meter,” ungkapnya.

Keberadaan buaya tersebut membuat warga semakin khawatir karena aktivitas masyarakat di sekitar sungai masih cukup tinggi. Buruh angkut dan anak buah kapal (ABK) yang bersandar di pelabuhan sebelumnya bahkan kerap mandi di sungai, termasuk pada malam hari.

“Di sini buruh sering mandi di sungai, tapi sekarang sudah tidak berani lagi setelah sebelumnya sempat muncul buaya. Tetap saja takut, apalagi kalau tahu buayanya lebih dari satu,” kata Buyung.

Sementara itu pantauan di lokasi terlihat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit telah memasang papan imbauan di dua titik sekitar lokasi. Imbauan tersebut berisi peringatan agar warga lebih berhati-hati.

BKSDA juga mengingatkan agar warga tidak membuang sampah atau bangkai binatang ke sungai, termasuk tidak memelihara ternak di pinggir sungai. Sebab hal tersebut dapat mengundang buaya mendekat dan menetap di sekitar kawasan permukiman.

(Utomo)

baca juga ...  Sidang Pidana Perkebunan Memanas, Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Pelanggaran Hukum PT TASK 3
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!