Peminat Membludak, Pendaftar SPMB di SMAN 1 Sampit Lampaui Kuota

NARDI/BERITASAMPIT - Panitia SPMB SMAN 1 Sampit saat melayani orang tua siswa untuk mendaftar penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027.

SAMPIT – Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Sampit (Kotim) tahun ajaran 2026/2027 terbilang sangat tinggi. Hingga hari ketiga pelaksanaan, jumlah pendaftar tercatat telah melampaui kuota yang tersedia.

Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Sampit Harsono mengatakan hingga Rabu 24 Juni 2026 jumlah calon peserta didik yang mendaftar di jalur domisili saja telah mencapai 463 orang.

Sementara sekolah hanya menyediakan kuota sebanyak 432 siswa yang akan dibagi ke dalam 12 rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing kelas berisi 36 siswa.

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Jumlah pendaftar sudah melebihi kuota yang tersedia di sekolah,” kata Harsono.

Jalur domisili masih menjadi jalur yang paling banyak diminati oleh calon peserta didik. Namun, tingginya minat masyarakat membuat tidak semua pendaftar dapat diterima karena kuota tiap jalur telah ditentukan sesuai ketentuan.

“Sangat disayangkan karena banyak yang gugur, terutama di jalur domisili. Sebab kuota jalur tersebut hanya 35 persen. Sedangkan jalur afirmasi dan prestasi masing-masing 30 persen, serta jalur mutasi lima persen,” ujarnya.

Harsono menjelaskan, mekanisme pelaksanaan SPMB tahun ini tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, sistem pendaftaran yang digunakan terintegrasi secara online dengan server yang berada di dan diterapkan secara serentak di seluruh SMA di Kalteng.

Adanya orang tua yang datang langsung ke sekolah, lanjut Harsono, umumnya karena masih ada yang belum memahami sepenuhnya mekanisme pendaftaran secara online atau mengalami kesulitan sehingga panitia siap membantu pendampingan.

“Masih ada orang tua yang menerima informasinya belum jelas atau belum mengerti, sehingga mereka datang ke sekolah. Ada juga yang merasa kesulitan karena kurang memahami teknologi, sehingga meminta bantuan panitia,” tuturnya.

Pihak sekolah pun menyiagakan panitia untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan selama proses pendaftaran berlangsung, dari jam 08.00 WIB sampai jam 15.00 WIB.

Sementara proses verifikasi, panitia melakukan pemeriksaan selama 24 jam secara teliti terhadap seluruh data dan dokumen yang diunggah peserta.

“Kami bekerja untuk verifikasi sampai malam, melihat penginputan nilai dan mencocokkan keabsahan dokumennya. Ada juga peserta yang kami tolak sementara karena salah input data. Setelah dikoreksi dan diperbaiki, mereka bisa mendaftar kembali selama masih dalam batas waktu pendaftaran,” ungkap Harsono.

Ia menyebutkan, sebagian besar kendala yang ditemukan bukan karena kurangnya persyaratan administrasi, melainkan akibat kesalahan saat mengisi data pendaftaran.

“Kalau syarat yang kurang hampir tidak ada. Kebanyakan hanya salah input atau data yang dimasukkan tidak sesuai. Biasanya karena terburu-buru atau kurang teliti saat mengisi,” katanya.

Untuk wilayah jalur domisili, SMAN 1 Sampit menerima calon peserta didik dari wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kecuali Kelurahan Pasir Putih, serta Kecamatan Baamang dengan pengecualian Kelurahan Baamang Hulu.

Masa pendaftaran SPMB dijadwalkan berakhir pada 25 Juni 2026, sedangkan hasil seleksi akan diumumkan pada 29 Juni 2026. (Nardi)



baca juga ...  Kejaksaan Negeri Kotim Gelar Donor Darah Massal di PMI
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!