PALANGKA RAYA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, mengajak mahasiswa untuk memperkuat kompetensi diri guna menghadapi tantangan dunia kerja yang kian kompetitif.
Hal ini disampaikannya saat mengisi kuliah umum bertema “Indonesia Emas 2045” di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Selasa, 10 Maret 2026.
Arton menekankan bahwa penguasaan teknologi dan keterampilan tambahan di luar disiplin ilmu utama menjadi kunci adaptasi di era modern. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada kurikulum formal.
“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak sekarang dengan memperkaya keterampilan, terutama di bidang teknologi. Hal ini penting agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang terus berubah,” ujar Arton.
Lebih lanjut, legislator PDI Perjuangan ini mengingatkan mahasiswa untuk mengubah pola pikir terkait kesuksesan karier. Ia menegaskan bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bukan satu-satunya indikator keberhasilan seorang sarjana.
“Jangan lagi berpikir bahwa keberhasilan seorang sarjana hanya jika menjadi PNS. Banyak peluang yang bisa digali dan dikembangkan sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.
Arton menilai perguruan tinggi memegang peran strategis dalam mencetak inovator yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja. Mentalitas sebagai pencipta peluang inilah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Kalteng.
Terkait kebijakan, ia memastikan lembaga legislatif terus mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk memprioritaskan sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
“Perhatian terhadap dunia pendidikan harus menjadi prioritas bersama. Dengan dukungan yang baik, kita optimistis kualitas pendidikan di daerah akan semakin maju,” pungkasnya.
(Syauqi)












