PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan pentingnya integrasi riset dan inovasi sebagai kekuatan utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa inovasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terbangun dalam satu ekosistem yang saling terhubung.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalteng Tahun 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Palangka Raya, Selasa, 31 Maret 2026.
“Rakortek tahun ini menegaskan bahwa inovasi harus hadir sebagai ekosistem terpadu yang menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi nyata berbasis riset dan teknologi,” ujarnya.
Menurut Leonard, keterpaduan tersebut menjadi kunci agar riset tidak hanya berhenti sebagai dokumen, melainkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan ekosistem inovasi yang terintegrasi, riset akan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah. Tanpa itu, riset hanya akan berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan perubahan yang berlangsung sangat cepat, yang menuntut pemerintah daerah untuk mampu beradaptasi secara responsif.
“Di dalam dunia yang bergerak cepat, keterlambatan berarti kekalahan,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Leonard mendorong pemerintah daerah untuk meninggalkan pola lama dan bertransformasi melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi sebagai akselerator pembangunan.
Lebih lanjut, ia menyebut Kalimantan Tengah memiliki visi besar sebagai Pusat Konservasi Dunia dan Lumbung Pangan Nasional, yang membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang aplikatif.
“Untuk mewujudkan visi tersebut, kita membutuhkan riset yang solutif, inovasi yang berdampak nyata, serta ekosistem kolaboratif yang kuat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan riset dan inovasi di daerah.
“Pertama, riset harus menjawab persoalan nyata. Kedua, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ketiga, teknologi harus menjadi alat percepatan pembangunan,” tandasnya.
Melalui forum tersebut, Leonard berharap lahir program-program riset yang implementatif, inovasi yang dapat langsung diterapkan, serta sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan.
“Mari kita jadikan Kalimantan Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya inovasi, solusi, dan gagasan untuk masa depan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












