PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalteng dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalteng terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah, salah satunya melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah yang digelar dalam rangka Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026, Sabtu 18 April 2026.
Kegiatan ini diikuti pengurus dan anggota MES, organisasi Islam, pelaku UMKM, hingga peserta Sekolah Pasar Modal Syariah se-Kalimantan Tengah. Program ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi berbasis syariah yang aman dan berkelanjutan.
Berdasarkan data terkini, jumlah investor syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Hingga awal 2026, jumlahnya telah mencapai 219.828 investor.
Sementara itu, jumlah saham syariah juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 103,02 persen sejak 2016, dengan total mencapai 672 saham per Maret 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalteng, Stephanus Cahyo Adiraja, menegaskan bahwa Sekolah Pasar Modal Syariah menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan literasi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami potensi pasar modal syariah sebagai alternatif investasi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip syariah, sehingga terhindar dari investasi ilegal,” ucapnya.
Senada, Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan pentingnya edukasi dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan. Serta juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap maraknya penipuan investasi di era digital.
“Masyarakat perlu memastikan bahwa setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan telah berizin dan sesuai ketentuan, agar terhindar dari risiko kerugian,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MES Kalteng, Norhani, menilai sinergi antara regulator, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi syariah, sekaligus memperkuat peran komunitas dalam edukasi berkelanjutan,”ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan materi dari para narasumber. OJK menyampaikan materi terkait instrumen pasar modal syariah dan kewaspadaan terhadap praktik penipuan (scam).
BEI memberikan pemahaman mengenai mekanisme investasi yang aman, sementara perwakilan perusahaan sekuritas menjelaskan proses pembukaan rekening efek syariah serta praktik investasi yang baik.
Melalui kegiatan ini, OJK Kalteng bersama para pemangku kepentingan berharap masyarakat tidak hanya memahami peluang investasi syariah, tetapi juga mampu menjadi investor yang cerdas, waspada, dan berorientasi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (yud)












