SUKAMARA – Progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sukamara terus menunjukkan perkembangan positif. Dari total 10 lokasi yang direncanakan, rata-rata capaian pembangunan saat ini telah menyentuh kisaran 40 hingga 50 persen.
Asisten Bidang Administrasi, Pembangunan, dan Umum Setda Sukamara, Muhammad Rizqi Pratama, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan di sejumlah desa yang telah memenuhi syarat, khususnya dari sisi kesiapan lahan dan perizinan.
“Secara umum progres pembangunan KDMP di beberapa desa sudah berada di angka 40 sampai 50 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
Dari seluruh lokasi yang dibangun, KDMP di Desa Laman Baru, Kecamatan Permata Kecubung, menjadi yang paling maju dengan progres mencapai sekitar 90 persen. Pembangunan di desa tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Sementara itu, sejumlah desa lain juga tengah menjalankan pembangunan secara bertahap, di antaranya Desa Sungai Pasir dan Sungai Cabang Barat di Kecamatan Pantai Lunci, Desa Pangkalan Muntai di Kecamatan Sukamara, serta Desa Bukit Sungkai, Jihing, Bangun Jaya, dan Sekuningan Baru di Kecamatan Balai Riam. Selain itu, pembangunan juga berlangsung di Desa Kenawan dan Sembikuan di Kecamatan Permata Kecubung.
Namun demikian, tidak seluruh usulan pembangunan KDMP dapat direalisasikan. Tercatat, terdapat lima desa/kelurahan yang belum dapat dibangun akibat sejumlah kendala. Kelurahan Padang dan Mendawai serta Desa Sedawak di Kecamatan Sukamara terkendala pada status lahan, demikian pula Desa Petarikan yang masih menghadapi persoalan lahan. Sementara itu, Desa Pempaning belum dapat dilanjutkan pembangunannya karena keterbatasan jumlah penduduk.
Rizqi menambahkan bahwa pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal, sekaligus mencarikan solusi terhadap desa-desa yang masih mengalami kendala.
“Harapannya pembangunan ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” pungkasnya. (enn)












