BPBD Intensifkan Penanganan Karhutla, Hingga 17 Juli Luasan Lahan Terbakar Capai 11,5 Hektare

IST/BERITASAMPIT - Plt Kepala BPBD Kota , Hendrikus Satria Budi.

– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota terus menunjukkan peningkatan. Hingga 17 Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 11,5 hektare dengan total 26 kejadian yang tersebar di sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota , Hendrikus Satria Budi, mengatakan wilayah yang paling rawan terjadi Karhutla berada di Kecamatan Jekan Raya, kemudian disusul Kecamatan Pahandut.

“Sebagian besar kejadian Karhutla saat ini terjadi di lahan milik masyarakat. Kondisi di lapangan cukup menantang karena sumber air untuk pemadaman cukup sulit dijangkau,” ucapnya, Sabtu 18 Juli 2026.

Selain itu untuk mempercepat penanganan, BPBD Kota terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi serta berbagai unsur terkait.

“Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan didukung operasi water bombing guna menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas,” tambahnya.

Luasan lahan terbakar sebesar 11,5 hektare tersebut merupakan akumulasi kejadian sejak Status Siaga Darurat Karhutla di Kota ditetapkan pada 1 Juni 2026.

“BPBD Kota mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam mencegah meluasnya Karhutla di wilayah Kota ,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  BI Kalteng Dorong Pengembangan Wastra dan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!