SAMPIT – Pelajar laki-laki berinisial AS (15) yang masih duduk di bangku kelas sembilan MTS di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditemukan meninggal dunia usai diduga terseret arus akibat mandi di sungai tualan pada Senin 27 April 2026.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko membenarkan hal tersebut dan mengatakan korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban baru ditemukan, meninggal dunia,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa kronologi kejadian bermula saat korban yang diguga tidak bisa berenang mandi disungai dan hanyut terbawa oleh arus.
“Info sementara mandi di sungai tidak bisa berenang atau hanyut terbawa arus,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar dilaporkan tenggelam di Sungai Tualan, tepatnya di kawasan Pasar Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kotim.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilaporkan sekitar pukul 13.03 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim langsung bergerak ke lokasi dengan membawa unit perahu karet serta personel water rescue.
“TRC BPBD meluncur ke Kecamatan Parenggean dengan unit air dan personel water rescue untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan orang tenggelam di Pasar Parenggean,” pungkasnya.
(Utomo)












