SAMPIT – Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Febri Sugianto, menyampaikan harapan besar terhadap pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin 27 April 2026.
Febri yang merupakan pengawas pembina SMA dan MA di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan, pelaksanaan FLS3N dan O2SN yang digabung selama dua tahun terakhir menjadi langkah positif dalam memperkuat sinergi antar sekolah.
“Ini sudah dua tahun kegiatan FLS3N dan O2SN digabung di tingkat kabupaten, melibatkan SMA, SMK, dan MA. Ini apresiasi luar biasa karena bisa solid dan kompak melalui MKKS,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menunjukkan komitmen bersama, terlebih pembiayaan penyelenggaraan berasal dari iuran MKKS sehingga mampu mendorong keberlanjutan program ke depan.
“Dengan kebersamaan ini, kegiatan seperti ini diharapkan terus berjalan dengan baik di masa mendatang,” tambahnya.
Ia menjelaskan, para juara nantinya akan mengikuti tahapan berikutnya sesuai petunjuk teknis nasional, di mana peraih juara pertama akan mewakili kabupaten ke tingkat provinsi.
“Untuk tingkat provinsi rencananya akan dilaksanakan pada Juni 2026 di Palangkaraya,” jelasnya.
Febri juga menegaskan bahwa selama ini Kotim dikenal sebagai barometer pendidikan di Kalteng, termasuk dalam bidang non-akademik seperti seni dan olahraga.
“Kotim biasanya selalu berprestasi di tingkat provinsi dan bahkan ada yang mewakili hingga ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia berharap melalui ajang ini dapat melahirkan atlet dan seniman terbaik yang mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
“Harapannya kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan juara-juara terbaik dari Kotim, yang nantinya menjadi wakil di tingkat provinsi, bahkan bisa mengharumkan nama Kalteng di tingkat nasional,” katanya.
Untuk cabang unggulan, Febri menyebutkan bahwa Kotim selama ini cukup kuat di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis dan renang. Selain itu, terdapat cabang baru yang mulai dipertandingkan.
“Kalau cabang unggulan, biasanya bulu tangkis dan renang sering berprestasi. Tahun ini juga ada cabang baru, panjat tebing yang menggantikan karate, karena cabang ini juga sedang berkembang dan berprestasi di tingkat internasional,” paparnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, cukup banyak perwakilan dari Kotim yang berhasil menembus tingkat nasional, khususnya di cabang olahraga.
“Yang saya ketahui di olahraga, ada dari bulu tangkis dan pencak silat yang berhasil sampai ke tingkat nasional,” pungkasnya. (Nardi)












