PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, mengungkapkan kondisi fiskal daerahnya akibat mengalami efisiensi anggaran ya cukup signifikan.
Hal ini disampaikannya di hadapan Gubernur Jawa Timur dalam Misi Dagang dan Investasi Pemprov Jatim dengan Kalteng di M Bahalap Hotel, Palangka Raya, Kamis, 23 April 2026.
Agustiar menilai, langkah Gubernur Jatim untuk Khofifah Indar Parawansa “jemput bola” melakukan kerja sama dagang dengan Pemprov Kalteng sangat tepat, terutama di tengah situasi efisiensi anggaran saat ini.
“Gubernur Jawa Timur menjemput bola ke sini, udah benar itu. Kalau tidak menjemput bola, apalagi di tengah efisiensi kayak begini, kami Bu, dari Rp10,4 triliun APBD kami sebelumnya, sekarang Rp5,4 triliun,” ujar Agustiar.
Ia merinci bahwa pemotongan tersebut berdampak langsung pada ruang gerak fiskal pemerintah daerah. Saat ini, alokasi untuk belanja operasional mengalami penurunan drastis.
“Sekarang belanja operasional langsung itu tinggal Rp1,53 triliun. Bayangkan Kalteng ini satu setengah Pulau Jawa, kami ada 13 kabupaten satu kota, 1430 desa, 5 dusun, 139 kelurahan dengan APBD sedemikian bagaimana pendidikan berjalan sebagaimana mestinya, kesehatan berjalan sebagaimana mestinya, kembali kepada kuta,” tuturnya.
Menyikapi keterbatasan tersebut, Agustiar menegaskan bahwa Pemprov Kalteng harus mengambil langkah prioritas agar pelayanan dasar masyarakat tetap terjaga.
“Kita terpaksa mengambil langkah strategis yaitu menunda keinginan-keinginan sebelumnya, keinginan yang terbesar. Kedua, menunda yang tidak perlu dibelanjakan, akhirnya kami bisa melaksanakan seperti yang kami sampaikan (pendidikan, kesehatan),” pungkasnya.
(Syauqi)












