Kenaikan BBM Picu Harga Sapi Kurban di Sampit Ikut Melonjak

NARDI/BERITASAMPIT - Sapi kurban siap dijual di Sampit Jalan HM Arsyad.

SAMPIT – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak langsung pada harga jual sapi kurban di Kota Sampit, Kabupaten (Kotim), menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Para pedagang mengungkapkan, biaya operasional pengiriman menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga. Sapi ras bali yang didatangkan dari luar daerah seperti Makassar harus melalui perjalanan panjang hingga tiba di Sampit, sehingga sangat bergantung pada biaya transportasi.

Kul Amri Daeng Beta, seorang penjual sapi di Jalan HM Arsyad menjelaskan, kenaikan harga solar membuat ongkos angkut ikut meningkat. Kondisi ini berdampak pada harga jual sapi yang naik sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor dibanding tahun sebelumnya.

“Biaya angkutan naik karena BBM, ditambah lagi biaya administrasi dan surat-surat. Jadi mau tidak mau harga sapi ikut menyesuaikan,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.

Saat ini, harga sapi kurban di Sampit bervariasi tergantung jenis dan bobot. Untuk sapi Bali dijual mulai Rp18 juta hingga Rp35 juta, sedangkan sapi jenis limosin bisa mencapai Rp75 juta per ekor dengan bobot hingga satu ton.

Meski terjadi kenaikan harga, minat masyarakat untuk berkurban dinilai tetap tinggi. Hal itu terlihat dari mulai masuknya pesanan dari kelompok masyarakat maupun pengurus masjid sejak jauh hari.

Menurut pedagang, sapi dengan kisaran harga Rp20 juta hingga Rp25 juta masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai paling terjangkau.

Ia menegaskan bahwa distribusi sapi dari luar daerah berjalan lancar. Sebelum tiba di Sampit, seluruh hewan telah melalui proses karantina dan pemeriksaan guna memastikan layak untuk dijadikan hewan kurban. Begitu pula di Sampit nantinya akan di cek kembali oleh Dinas terkait.

Diperkirakan, puncak pembelian sapi kurban akan terjadi sekitar 15 hingga 20 hari menjelang Hari Raya Iduladha. (Nardi)



baca juga ...  Satu Truk Pupuk Subsidi Diamankan, Diduga Akan Disalurkan ke Pengusaha Sawit
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!