PALANGKA RAYA – Program haji plus kian diminati masyarakat, terutama bagi kalangan lanjut usia yang ingin menunaikan ibadah haji tanpa harus menunggu terlalu lama. Masa tunggu yang relatif singkat menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan pilihan.
Salah satu jemaah, Puji Astuti (69), mengungkapkan bahwa keputusannya memilih haji plus dilatarbelakangi pertimbangan usia. Warga Palangka Raya tersebut menilai masa tunggu haji reguler yang mencapai puluhan tahun berpotensi menjadi kendala bagi kondisi fisiknya.
“Saya memilih haji plus karena usia sudah 69 tahun. Kalau reguler, masa tunggunya terlalu lama,” ucapnya, Selasa 5 Mei 2026.
Selain itu juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan pihak travel. Proses administrasi hingga penyampaian informasi berjalan dengan baik dan respons, terutama melalui grup koordinasi yang memudahkan jemaah dalam memperoleh informasi terbaru.
“Pelayanannya baik, komunikasinya lancar. Informasi selalu disampaikan dengan cepat, sehingga kami tidak pernah tertinggal,” tambahnya.
Terkait kenaikan biaya haji, Puji menilai hal tersebut bukan menjadi persoalan utama. Baginya, ibadah haji merupakan panggilan yang harus dijalani dengan penuh kesungguhan dan kesiapan.
“Kalau untuk ibadah, insyaallah tidak masalah. Yang penting niat dan kesiapan, serta berharap seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan dengan lancar serta membawa pulang predikat haji yang mabrur,” ungkapnya. (yud)












