Satgas Usulkan Helikopter Water Bombing Standby di Sampit, Hotspot Karhutla di Kotim Capai 558 Titik

NARDI/BERITASAMPIT - Karhutla yang terjadi di Kotim.

SAMPIT – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten (Kotim) semakin mengkhawatirkan. Berdasatkan data BPBD jumlah hotspot di wilayah ini kini telah menembus 558 titik sepanjang 2026, dimana bulan Juli saja totalnya 331 hotspot. Sementara sepanjang tahun 2025 jumlah hotspot mencapai 453.

Kondisi tersebut mendorong Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mengusulkan satu unit helikopter water bombing bersiaga di Sampit agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

Wakil Koordinator III Satgas Karhutla Kotim, Rihel, mengatakan keberadaan helikopter water bombing sangat dibutuhkan untuk mempercepat respons, terutama pada kebakaran yang terjadi di lahan gambut luas, jauh dari sumber air, dan sulit dijangkau personel darat.

“Kalau memang nanti dibutuhkan, kita sudah mengusulkan agar satu unit helikopter water bombing bisa standby di Sampit. Respons akan jauh lebih cepat dibanding harus berangkat dari ,” ujarnya, Senin 3 Agustus 2026.

Menurut Rihel, saat ini armada water bombing masih ditempatkan di . Satgas telah mengajukan surat dukungan kepada Pemerintah Provinsi dan instansi terkait agar satu unit helikopter dapat ditempatkan di Sampit selama status tanggap darurat karhutla masih berlaku.

Satgas juga telah berkoordinasi dengan pengelola Bandara H. Asan Sampit terkait kesiapan lokasi parkir helikopter, ketersediaan bahan bakar avtur, hingga dukungan operasional apabila armada harus bermalam di Sampit.

Meski demikian, Rihel menegaskan water bombing hanya akan dilakukan apabila kebakaran sudah tidak memungkinkan ditangani melalui jalur darat.

“Kalau kebakaran masih bisa ditangani personel darat tentu kita padamkan sendiri. Water bombing menjadi pilihan terakhir ketika lokasi jauh, sumber air tidak ada, akses sulit, dan luas kebakaran terus bertambah,” katanya.

Sementara itu, pada Senin 3 Agustus 2026 Satgas Karhutla menangani sedikitnya 11 titik kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah Kotim.

Berdasarkan data BPBD titik kebakaran berada di Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan, Jalan Bumi Raya 1, Camba, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 7 dan Kilometer 13, Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 23, Jalan HM Arsyad Kilometer 38, belakang SMAN 4 Sampit, Batuah Kecamatan Seranau, Kebun Praktik SMKN 4 Eka Bahurui, serta Lampuyang.

Sebagian titik berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan, namun beberapa lokasi masih ditangani karena berada di kawasan gambut maupun daerah yang sulit dijangkau.

Kebakaran di Batuah, Kecamatan Seranau, menjadi salah satu lokasi yang paling sulit ditangani karena hanya dapat diakses melalui jalur sungai dengan kondisi air sedang surut.

Kebakaran di Lampuyang telah berlangsung memasuki hari ketiga. Medan yang sulit ditembus melalui jalur darat dan tiupan angin yang cukup kencang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

Satgas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau karena kondisi cuaca yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan memperbesar risiko terjadinya karhutla di berbagai wilayah Kotim. (Nardi)


baca juga ...  Ini Jawaban Direktur Rumah Sakit Terkait Insiden Masuknya Pedagang Asongan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!